Ratusan peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) mengikuti seleksi yang digelar oleh Dispora Kota Cilegon di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Jumat (23/3/2019). Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cilegon melakukan seleksi terhadap 100 pemuda yang akan menjadi peserta pada program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2019. Pemuda-pemudi yang lolos seleksi baik di tingkat kota, provinsi maupun nasional ini nantinya akan dikirim ke berbagai negara baik Kanada, Jepang, Australia, India dan Malaysia.

Kasi pemberdayaan Organisasi Kepemudaan Dispora Kota Cilegon Tubagus Sofat mengatakan, tujuan disepenggarakannya seleksi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pengetahuan para pemuda-pemudi di Cilegon. Bukan hanya soal olahraga, kata dia, tetapi juga juga aspek lainnya termasuk pengetahuan tentang budaya yang ada di Indonesia.

“Jadi bukan hanya mereka (peserta,red) mengetahui tentang olahraga, tapi mereka mengetahui juga akan budaya yang ada di Indonesia. Karena, mereka yang lolos ini, bukan hanya membawa nama baik Cilegon tapi membawa nama baik negara Indonesia,” kata Tubagus kepada Selatsunda.com, Jumat (22/3/2019).

Ia menjelaskan, program pertukaran pemuda ini  merupakan kegiatan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ajang ini untuk menggali potensi kader pemuda di kabupaten/kota di Indonesia, sekaligus potensi kader pemuda nasional melalui kerja sama internasional.

“Ini tentu sebuah prestasi buat adik-adik sekalian. Kalian merupakan perwakilan kepemudaan yang ada di Banten. Saya ingin pemuda-pemuda yang berpestasi ini bisa memotivasi untuk para pemuda lainnya,” jelasnya.

Diakuinya, mulai 2013 lalu hingga 2019, Kota Cilegon belum pernah lolos hingga ke tingkat nasional bahkan internasional untuk program PPAN. Salah satu faktor yang membuat peserta di Cilegon tak pernah lolos, yakni, masalah kemampuan bahasa Inggris.

“Dari tahun ke tahun kita (Cilegon,red) belum pernah mewakili baik dari wilayah sendiri bahkan nasional lolos ke tingkat internasional ini. Kendalanya tak lain masalah bahasa yang masih jauh dengan pemuda-pemuda lain,” akunya.

Ia berharap, tahun ini, para peserta PPAN bisa lolos baik dari tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

“Kami sih harap ada perubahaan di tahun ini . Sehingga nama Cilegon bisa diangkat oleh para pemuda-pemudi berprestasi,” harapnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?