CILEGON, SSC – Aksi demonstrasi tolak kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang mengalir di beberapa daerah di Indonesia terjadi sama di Kota Cilegon. Kali ini, Belasan aktivis yang tergabung dalam Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Gedung DPRD Kota Cilegon, Senin (7/5/2018).

Para demostran menyerukan untuk menolak rencana kunjungan orang nomor satu di Indonesia itu ke Cilegon. Mereka menilai presiden tidak pantas ke Cilegon karena kebijakan – kebijakan yang dilakukan Jokowi selama menjabat tidak tuntas. Sebanyak 66 janji politik dinilai juga tak satupun terealisasi.

“66 janji politik itu tinggal janji yang sampai hari ini satu pun belum direalisasikan, sedangkan jabatan yang tersisa 1 tahun lagi,” ujar salah seorang orator, Arief Rachman membuka orasi.

Sementara itu, Presidium PPMC, Moelyadi Sanusi mengkritisi kebijakan presiden tentang keran tenaga kerja asing. Kebijakan membuka keran TKA masuk ke Indonesia termasuk di Banten dinilai bukan menjadi suatu solusi. Menurutnya, kebijakan itu tidak dapat memecahkan masalah pengangguran di Banten namun malah membuat masyarakat semakin sengsara.

“Kesempatan 10 juta TKA itu hanya untuk TKA Tiongkok, sementara hal itu ironis dengan angka pengangguran yang semakin tinggi di Banten. Ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap rakyat, terhadap bangsa. Kami menolak kedatangan Presiden, karena banyak kebijakan yang salah dan tidak berpihak ke masyarakat,” Terangnya.

Sementara orator lain, Mahesa menyerukan, presiden selalu menghumbar janji kepada masyarakat tentang swasembada pangan. Kenyataannya sampai saat ini, Indonesia masih mengimpor beras dari luar negeri. Selain itu, kebijakan agraria dalam membagikan sertifikat tanah gratis, dinilai mantan aktivis Universitas Tirtayasa itu, sebagai rangkaian kebijakan yang semu.

“Setiap datang kemana-mana, dia bagi-bagi. Reformasi agraria itu fiksi. Bagi-bagi sertifikat tanah hanya untuk menina bobokan kita, ” tuturnya.

Pantauan selatsunda.com, aksi demostran itu dimjlai pada sekitar pukul 09.40 wib. Massa datang dengan membawa spanduk bertuliskan dukung Ulama, tolak Jokowi. Dalam aksi, demostran juga membentangkan bendera merah putih. Aksi mendapat pengawalan dari aparat Polres Cilegon. Hingga pada sekitar pukul 11.30 wib, massa kemudian membubarkan diri. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here