Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah) berfoto bersama Direktur Operasi I, PT Indonesia Power, Hanafi Nur Rifai, Deputy General Manager Bidang Operasi PLTU Suralaya, Hendra, Deputy General Manager Bidang Energi Primer PLTU Suralaya Burlian Prasetyo, General Manager PLTU Labuan, Zuhdi, General Manager PLTGU Cilegon M. Imaddudin di KRI Semarang 594 saat memantau Latihan Kesiapsiagaan PLTU di Perairan Suralaya, Kota Cilegon, Kamis (28/3/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Deputy General Manager Sla  Energy Primer Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU Suralaya) Burlian Prasetyo mengapresiasi Latihan Kesiapsiagaan yang diselenggarakan TNI dalam Pengamanan PLTU Suralaya, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Menurutnya, latihan yang diselenggarakan dengan maksud antisipasi pengamanan jelang Pemilu 2019 ini sangat penting karena menyangkut pengamanan salah satu obyek vital yang ada di Indonesia.

“Kami bersyukur aja ketika PLTU Suralaya dijadikan lokasi untuk dilakukanya latihan kesiapsiagaan oleh TNI. Kami sendiri tidak memungkiri bila ada hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi di tempat ini,” ujarnya usai kegiatan, Kamis (28/3/2019).

Latihan ini, kata dia, menjadi kegiatan yang berharga untuk IP. Terlebih kehadiran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang turun langsung memantau latihan di lapangan memberi semangat bagi seluruh manajemen di IP. Untuk memaksimalkan latihan, paparnya, IP menyediakan berbagai fasilitas salah satunya menyediakan 3 lokasi untuk fasilitas latihan.

“Area-area yang kami siapkan dalam latihan yang dilakukan oleh TNI mulai dari Dermaga I, Dermaga SPOJ dan bagian soul area. Kita memilih tiga arena ini, agar teman-teman TNI dapat lebih nyaman dalam melakukan penerjunan saat melakukan latihan,” kata Burlian.

Senada dengan Burlian, Deputy GM Bidang Operasi dan Pemeliharaan PLTU Suralaya, Hendra, mengungkapkan telah berjalan suksesnya penyelenggaran latihan tersebut,. Secara SOP (Standar Opersi Prosedur), PLTU Suralaya tanggap terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Ia juga berharap, latihan ini tidak hanya dilakukan oleh TNI AL saja namun jejaknya dapat diikuti oleh intitusi lainnya.

“Kami harapkan bukan hanya TNI AL aja yang berlatih di tempat kita, tapi angkatan lain pun, seperti Polri bisa mencoba untuk latihan serupa di tempat kita. Gangguan ancaaman tidak hanya terjadi di darat dan udara tapi bisa saja terjadi dari laut. Kami berharap, agar latihan gabungan ini tetap berjalan dan kontinyu. PLTU Suralaya bukan milik Indonesia Power tapi ini milik Bangsa Indonesia, karena ketika PLTU mendapat ancaman dari luar maka ancaman itu buat negara Indonesia,” pungkasnya. (Ully/Red)

 

Komnetar anda tentang berita diatas?