Kapolres Cilegon, AKBP Rizky Agung Prakoso memberikan keterangan pers terkait kasus pencabulan 13 anak dibawah umur saat di Mapolres, Rabu (11/7/2018). Foto Elfrida Ully Artha/selatsunda.com

CILEGON, SSC – Buruh bangunan berinisial AJ (35) diduga menggagahi belasan anak dibawah umur. Parahnya lagi, Warga Lingkungan Sumampir Desa Masigit, Kecamatan Jombang itu juga diduga menyetubuhi anaknya sendiri yang berusia 7 tahun.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, saat ini Satreskrim sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga AJ. Berdasarkan keterangan para korban, pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini diduga telah melakukan pencabulan terhadap 13 anak termasuk anak kandungnya sendiri.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Cilegon. Petugas dari Satreskim Polres Cilegon sedang melakukan pendalaman secara intensif kepada pelaku,” kata Rizki kepada sejumlah wartawan di kantornya,” Rabu (11/7/2018).

Kapolres mengungkapkan, pencabulan itu telah dilakukan AJ selama 5 bulan sejak Maret lalu. Korban biasanya disetubuhi saat pagi hari ketika AJ tidak bekerja dengan mengimingi uang senilai Rp 5.000. Bahkan untuk menutupi aksi bejat itu, AJ kerap mengancam korban.

“Modus AJ ini dilakukan saat pagi hari, saat dia tidak kerja. Para korban termasuk anak kandungnya ini, diminta datang ke rumah lalu langsung masuk ke dalam kamar langsung dilakukan pencabulan itu,” ungkap Rizki.

Sementara, salah satu tetangga pelaku, AS (47) menjelaskan, dimata masyarakat, AJ sudah memiliki perilaku yang menyimpang sejak lama. Dalam keseharian, AJ suka mengintip perempuan yang sedang mandi dan tidur.

“Orangnya memang senang banget ngintip-ngintip orang mandi dan tidur. kita (warga) sebenarnya gak percaya kalau AJ ini sifatnya bejat kaya begini soalnya orangnya pendiam gak banyak omong,” ujarnya.

Aksi bejat AJ baru terbongkar, ketika para orangtua korban mendapati anak mereka sering mengeluh sakit dibagian sensitif. Warga dan orangtua korban pun geram terhadap AJ. Bahkan AJ sempat akan dihakimi warga namun dapat dicegah Ketua RW setempat dan menyerahkan pelaku ke petugas kepolisian.

“Gimana perasaan orangtua kalau anaknya udah diperlakukan seperti itu. Akhirnya para orang tua korban ini langsung datang menyatroni rumah AJ,” tandasnya. (Ully)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here