CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dibawah naungan Dinas Perhubungan (Dishub) akhirnya meresmikan pengoperasian Bus Trans Cilegon Mandiri (TCM). Pengoperasian bus TCM ini diresmikan langsung oleh Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi. Hadir dalam peresmian yang dilaksanakan di Terminal Seruni, Kota Cilegon ini yakni Kejari Kota Cilegon, Andi Mirnawati, Kepala Bappeda Cilegon Ratu Ati Marliati dan para pejabat Eselon II dan III di lingkungan Kota Cilegon.

Usai peresmian yang ditandai dengan pemecahan kendi dan potong pita, Plt Edi bersama pejabat langsung mencoba menaiki 2 unit bus ini. Para pejabat, staf dan awak media tampak penasaran dan antusias menaiki Bus Rapid Transit (BRT) ini.

Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku bersyukur mulai dioperasikannya bus TCM. Ia mengaku, peresmian ini semestinya diberlakukan pada Januari lalu. Namun karena persoalan persiapan yang belum matang, peresmian ini pun dilakukan di bulan ini.

“Alhamdulilah TCM resmi di berlakukan di bulan ini. Sebetulnya, diresmikan ya di Januari lalu, tapi karena persoalan persiapan yang belum matang, maka baru bisa diresmikan di bulan ini,” kata Edi kepada wartawan usai peresmian TCM.

Kadishub Cilegon, Andi Affandi dan pejabat lainnya menaiki bus TCM di Terminal Seruni

Untuk awal peresmian ini, kata Edi, Dishub masih menggratiskan tarif untuk masyarakat dengan rute Terminal Seruni-PCI-Ciwandan. Sistem gratis ini diberlakukan sambil menunggu proses terbentuknya UPT (Unit Pelayanan Terpadu) untuk Trans Cilegon Mandiri tersebut.

“Sekarang kan masih plat merah, jadi masih kita (Pemkot,red) gratiskan dulu. Sambil menunggu terbentuknya UPT, tarif untuk TCM ini masih gratis. Kalau UPT sudah terbentuk barulah diberlakukan tarif angkutan kepada penumpang ini. Ketika tarif sudah diberlakukan, kita pun harus siap bersaing dengan perusahaan transportasi lainnya,” jelas Edi.

Disinggung kapan plat merah bus ini dapat menjadi plat kuning, Edi pun meminta agar Dishub dapat bergerak cepat. Sehingga penetapan tarif bisa diberlakukan.

“Mudah-Mudahan gak terlalu lama. Nanti, kita buat perwal (peraturan walikota) atau perda (peraturan daerah). Yang terpenting sih perwal dulu lah ada. Ketika perwal itu berlaku, masyarajat gak kaget dengan tarif yang diberlakukan tersebut,” ujar Andi.

Mengenai trayek, Edi memaparkan akan kembali meninjaunya ulang termasuk akan meninjau trayek transporrtasi mulai dari lingkar luar maupun lingkar dalam.

“Untuk trayek di lingkar dalam nantinya mulai dari PCI (Pondok Cilegon Indah), kemudian kearah Pagebangan, kemudian masuk kejaksaan dan masuk ke arah Depak, selanjutnya ke wilayah Ciwaduk. Trayek-trayek ini, akan kita survei dan tata kembali apakah minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi ini banyak peminatnya atau tidak,” paparnya.

Soal target PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari kendaraan TCM, ia berharap dapat direalisasikan sekitar 2-3 bulan dimana seluruhnya itu tergantung pada terbentuknya UPT.

“Saya targetkan 2-3 bulan selesai dioperasikan. Gak mungkin semua gratis. Mengingat, biaya opersional ya sudah cukup besar. Belum lagi bayar gaji karyawan, supir dll. Dam semua itu harus dipikirkan dengan mateng,” pungkasnya.

Para pejabat Pemkot Cilegon ramai-ramai dan ncoba bus TCMp

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cilegon, Andi Affandi menambahkan, Bus Trans Cilegon ini akan dibagi dua kali operasional. Pertama pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Kedua, pada pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Untuk trayek kedua bus ini dimulai dari Terminal Seruni ke wilayah Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan melalui Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon. Dengan pengoperasian bus TCM ini, diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di Kota Cilegon.

“Saya berharap dengan diluncurkannya bus Trans Cilegon Mandiri bisa bermanfaat untuk masyarakat Cilegon,” tandasnya.

Untuk penumpang, kata Andi, pihaknya memprediksi bus dapat digunakan kalangan manapun. Khususnya yang saat ini disasar, bus disediakan untuk anak sekolah dan para pekerja di saat jam sekolah, masuk kerja dan waktu sibuk di siang hingga sore hari.

“Untuk saat ini kita mencoba untuk meningkatkan dulu intensitas transportasi kita dijam-jam sibuk. Pagi hari kita mencoba untuk mulai jam 06.00. Dengan jam operasional ini, tentunya akan memberikan pelayanan kepada anak-anak sekolah dan karyawan yang juga perjalanannya cukup jauh ke arah Ciwandan,” tungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?