PKS Kota Cilegon melakukan kunjungan politik ke Partai Gerindra Kota Cilegon di Kantor DPC Gerindra, Perkantoran Cilegon Mega Blok, Senin (23/8/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sejumlah pengurus DPD PKS Kota Cilegon melakukan kunjungan politik ke Kantor DPC Partai Gerindra Kota Cilegon, Senin (23/8/2021).

Pantauan Selatsunda.com di Sekretariat Gerindra Cilegon tepatnya di Ruko Cilegon Mega Blok, rombongan PKS Cilegon tiba sekitar pukul 16.30 WIB. Rombongan PKS dipimpin oleh Ketua DPD PKS Kota Cilegon, Amal Irfanuddin. Tampak hadir pula Wakil Ketua DPRD Cilegon, Nurrotul Uyun.

Ketua PKS Cilegon beserta rombongan kemudian langsung disambut oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cilegon, Sokhidin. Tampak hadir juga dari Gerindra yakni, Sekretaris Gerindra Cilegon, Faturohmi, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Banten, Syihabudin Sidik, Wakil Ketua DPRD Cilegon, Hasbi Sidik dan sejumlah anggota Fraksi Gerindra DPRD Cilegon.

Ketua DPD PKS Kota Cilegon, Amal Irfanuddin mengatakan, kunjungan partainya ke Gerindra Cilegon adalah bentuk silaturahmi politik. Kunjungan dilakukan sebagai amanat dari DPP. Kunjungan itu juga kali perdana dibangun PKS kepada Gerindra sebagai partai suara kedua terbanyak di Cilegon.

Irfan sapaan akrabnya tidak menampik, PKS sebagai salah satu partai pengusung Walikota dan Wakil Walikota saat ini, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta membutuhkan Partai Gerindra di legislatif untuk bekerja sama membangun Cilegon. Begitu juga fraksi partai lain di legislatif.

Baca juga  Helldy-Sanuji Dengan Elit Parpol Cilegon Makan Siang Satu Meja, Bicara Konsolidasi Politik?

Kata dia, PKS haruslah komunikatif karena saat ini Helldy-Sanuji bukan lagi milik Partai Berkarya dan PKS lagi tetapi milik semua partai dan masyarakat Cilegon.

“Memang harus begitu, karena kalau sudah jadi begini bukan lagi milik dua partai, PKS atau Berkarya saja. Tetapi milik bersama. Kan mereka yang duduk di legislatif bukan lagi untuk pendukungnya, tapi milik semua masyarakat Cilegon. Maka dari itu, kita samakan persepsinya,” ungkapnya.

Irfan mengungkapkan, meski PKS saat ini berada dalam posisi politik di eksekutif bukan berarti anti kritik. Ia menyatakan, jikalau eksekutif terdapat kesalahan atau kekeliruan dan akan membuat visi misi membangun Cilegon tidak tercapai, maka legislatif berhak mengingatkan dan mengkritisinya. PKS menghendaki, jika eksekutif keluar rel agar dapat diingatkan. Karena kritik itu sangat dibutuhkan untuk tujuan membangun.

“Justru kita menghendaki agar semua yang bermasalah itu dibangun. Kritikan itu perlu, itu tidak menghalangi kritik untuk membangun bersama,” paparnya.

Irfan berharap, silaturahmi ini adalah langkah awal komunikasi politik antar partai bisa di jalin. Fraksinya yang menjadi perpanjangan tangan partai di legislatif tidak hanya berkomunikasi intens dengan Fraksi Partai Gerindra saja tetapi juga dengan fraksi partai lain. Sehingga ke depan program Helldy-Sanuji berjalan sesuai yang diharapkan eksekutif dan legislatif.

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

“Kita harapkan ke depan bisa menyatu, kuat sebagai legislatifnya untuk kemudian bisa mendampingi eksekutif agar program yang kita idamkan untuk membangun Cilegon, bisa berhasil,” terangnya.

Sementara, Ketua Gerindra Cilegon, Sokhidin menyambut baik silaturahmi yang dijalin PKS. Gerindra sebagai partai yang terbuka selalu berkomunikasi politik dengan partai mana saja termasuk dengan PKS. Ke depan Gerindra akan membalas kunjungan kepada PKS.

“Kita memang pembahasannya untuk membangun Cilegon lebih baik. Kami juga akan mengatur waktu nanti membalas silaturahmi,” terangnya.

Ia menyatakan, Gerindra dalam sikap politik di Cilegon tetap kritis. Ia sepakat legislatif dan eksekutif harus berjalan bersama untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Kota Cilegon. Namun jika eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan menyimpang maka akan dikritisi oleh fraksinya di legislatif.

“Namun kita akan mengkritisi ketika pemerintah ini tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

“Kami tidak boleh bermusuhan, tetap berkawan. Tapi konteksnya, untuk sesuatu yang tidak pas, akan tetap kita kritisi,” ucapnya. (Ronald/Red)