Foto Ilustrasi (sumber net)

SERANG, SSC  – KPU Kabuapten Serang menyatakan, belum menerima pengajuan surat pencabutan NH sebagai Calon Legislatif (Caleg) Partai Perindo di Tingkat Kabupaten Serang.

Diketahui NH tersangkut kasus perdagangan orang dan pemilik salon berkedok prostitusi di Jalan Raya Anyer, Lingkungan Ramanuju Baru, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Saat ini, NH telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sampai saat ini kita belum menerima surat pencabutan Caleg dari Perindo. Kita masih menunggu,” ungkap Ketua KPU Kabuapten Serang Abidin Nasyar Surya dikonfirmasi, Jumat (15/3/2019).

NH sudah tercatat sebagai Daftar Caleg Tetap pada pemilu 2019 di Daerah Pemilihan 5 di Kabupaten Serang. Namanya juga sudah tertera di dalam surat suara.

Soal NH tersangkut kasus hukum, Abidin menolak mengomentarinya dan menyerahkan sepenuhnya kepada partai politik.

“Nanti bila ada surat dari Perindo baru kemudian kita lakukan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” paparnya.

Pemberitaan tentang NH mendapat perhatian dari Partai Perindo. Sebelumnya, dikutip dari sindonews.com, Partai Perindo secara tegas tidak memberi toleransi bagi oknum Perindo yang meresahkan masyarakat.

“Perindo tidak memberikan toleransi kepada caleg yang bikin rusuh di tengah-tengah masyarakat,” kata Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq di Jakarta, Selasa (14/3/2019).

Ia menyatakan, hal tersebut berlaku untuk seluruh oknum-oknum Perindo tanpa terkecuali. Hal ini merespons berita yang beredar mengenai Caleg Partai Perindo Dapil V Kabupaten Serang berinisial NH (36) yang ditangkap polisi, karena perdagangan orang.

“Dengan ditetapkannya caleg tersebut sebagai tersangka, maka DPP telah memecat dengan tidak hormat kepada caleg tersebut,” ujar Rofiq. Perindo, sambungnya, juga tidak akan memberikan bantuan atau fasilitas apapun selama yang bersangkutan menjalani proses hukum.

Rofiq menjelaskan bahwa Caleg tersebut adalah pendaftar Caleg ke Partai Perindo dan bukan merupakan kader Partai.

“Atas nama partai, kami memohon maaf kepada masyarakat atas ulah caleg ini. Ini semua di luar kendali partai, karena itu aktivitas pribadi yang tidak ada keterkaitan dengan partai,” papar Rofiq. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?