CILEGON, SSC – Target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 Pemkot Cilegon amburadul atau tak sesuai dari RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menenggah Daerah). Capaian itu membuat Dewan sewot.

Anggota Komisi III DPRD Cilegon Rahmatulloh, Minggu (15/7/2018)  mengaku sangat kecewa dengan tata kelola pemkot terhadap APBD 2017. Program maupun target yang diharapkan selalu melenceng dari harapan. Bahkan politisi Partai Demokrat ini menyebut buruknya kinerja ASN turut melatarbelakangi hal itu.

“Sangat amburadul. Mereka (Pemkot) hanya minta anggaran saja. Tapi, giliran target tidak tercapai. Kinerja ASN memang sangat buruk dalam memanfaatkan anggaran,” Kata Rahmatulloh.

Pada pendapatan APBD 2017,  target RPJMD 2017 sebesar Rp 1.744.955.328 namun yang teralisasi sebesar Rp 1.708.838.034.694. Begitu juga dana perimbangan dari target sebesar Rp 946.117.536.906 hanya teralisasi Rp 847.021.219.673. Sementara Sisa Anggaran (Silpa) yang ditargetkan sebesar Rp140 miliar,  terealiasi sebesar Rp158 miliar.

“Semua target yang diharapkan oleh Pemkot Cilegon selalu melenceng dari apa yang harapkan. Banyak sekali anggaran yang tidak bisa diserap oleh masing-masing OPD pemegang anggaran ini,” jelasnya.

Selain itu, kata Rahmatulloh,  Pemkot Cilegon tidak sama sekali mencantumkan hasil audit keuangan tiga BUMD dalam laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2017. Padahal informasi itu dibutuhkan untuk menilai kondisi BUMD yang dikelola pemkot.

“Dari PT PCM, PT PDAM-CM, hingga BPRS Cilegon tidak mencantumkan hasil audit keuangan. Ini pun dilakukan tiga BUMD tersebut pada laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016. Ini kenapa,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Cilegon Nurrotul Uyyun, mengaku, akan mengundang pihak Pemkot Cilegon untuk membahas adanya temuan anggaran yang tidak tersera oleh masing-masing OPD. Rapat anggaran ini, dijadwalkan akan dilakukan pada Selasa (17/7/2018) di Bogor. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here