Kasi Pemerintahan dan Ketertiban Umum Kelurahan Masigit Ihyaul Ulumudin melakukan pendataan kepada para remaja yang terazia kumpul kebo di Lingkungan PGRI Timur RT 03/07 Kelurahaan Masigit, Kecamatan Jombang, Selasa (12/2/2019). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sepasang remaja yang kedapatan kumpul kebo saat petugas Kelurahan Masigit melakukan razia di Lingkungan PGRI Timur RT 03 RW 07, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Selasa (12/2/2019). Kedua warga yang diduga bukan pasangan suami istri ini langsung di gelandang petugas ke Kantor Kelurahan Masigit.

Informasi yang dihimpun selatsunda.com, Pasangan bukan suami istri berinisial G (19) dan S (20) ini kedapatan sedang ‘ngamar’ saat petugas kelurahan bersama Babinsa dan Babinkantibmas melakukan razia. Keduanya kemudian langsung digelandang petugas ke Kantor Kelurahan Masigit untuk diminta keterangan.

Kasi Pemerintahan dan Ketertiban Umum Kelurahaan Masigit Ihyaul Ulumudin mengatakan, razia yang digelar kali ini menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat. Razia juga dilaksanakan untuk mencegah praktek protitusi terselubung dan perbuatan asusila di kos-kosan dan bedeng khususnya yang ada di Kelurahan Masigit.

“Informasi yang kami terima dari Pak RT (M. Feri,red) kalau pasangan ini sangat meresahkan. Dari laporan itulah, kami pun langsung merazia kost-kostan mereka. Dan terbukti, saat kami razia, mereka sedang berada di kamar layaknya pasangan suami istri,” kata Ihyaul Ulumudin kepada Selatsunda.com.

Dari hasil pendataan, kata Ihyaul, warga berinisial G yang kedapatan kumpul kebo  merupakan warga asli Padarincang, Kabupaten Serang. Sedangkan pasangannya, S merupakan warga Cilegon.

“Mereka mengaku sudah menikah selama sebulan lalu. Dan saat ini tinggal di  Lingkungan PGRI Timur,” bebernya.

Untuk memberikan efek jera terhadap pasangan kumpul kebo ini, sambungnya, pihaknya akan melakukan pembinaan. Keduanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan yang tadi dilakukan. Mereka juga diminta mengurus surat-surat identitas di kantor DKCS (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Kota Cilegon.

Sementara itu, Ketua RT Lingkungan PGRI Timur RT 03/07 Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, M Feri, meminta pasangan remaja yang kumpul kebo ini segera meninggalkan lingkungan di tempat mereka tinggal. Lingkungan, kata dia, harus bersih dari perilaku tersebut.

“Lingkungan ini harus bersih dari hal-hal seperti ini. Saya minta, akhir Febuari ini, mereka berdua sudah tidak lagi tinggal di lingkungan ini,” tegasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?