Pemkot Cilegon dan industri mulai memperbaiki saluran drainase mengantisipasi banjir dan longsor, Senin (9/11/2020). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon telah memetakan titik-titik yang tergolong rawan dengan bencana banjir dan longsor di Kota Cilegon.

Kabid Sumber Daya Air DPUTR Cilegon
Ana Maulana mengatakan, sedikitnya ada 86 titik banjir di Kota Cilegon yang telah dipetakan pihaknya mengantisipasi bencana banjir dan longsor. Puluhan titik banjir ini tersebar di setiap kecamatan di Cilegon.

“Sebelumnya kita memang petakan ada 56 titik banjir yang kami prioritaskan terjadinya banjir. Namun saat ini terjadi penambahan sekitar 30 titik banjir yang kita pelihara yang justru berpotensi banjir. 86 titik banjir tersebar di setiap kecamatan. Per kecamatan sendiri ada 3-5 titik lokasi banjir,” kata Ana dikonfirmasi, Senin (9/11/2020)

Beberapa titik banjir, kata Ana, merata tersebar di setiap kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Cilegon berada di wilayah Ketileng, Kecamatan Jombang di wilayah Panggung Rawi, Kecamatan Cibeber di Jalan Tol Layang, Polsek Cibeber dan Griya Praja Mandiri.

Baca juga  Edi Ariadi Minta NasDem Cilegon All Out Menangkan Ati-Sokhidin

Selanjutnya, Kecamatan Grogol berada di wilayah Kotasari yakni di lingkup Ciore Atas dan Ciore Bawah. Kemudian wilayah Rawa Arum berada di lingkup Kruwuk dan wilayah Gerem berada di Sungai Gerem juga tergolong rawan banjir.

Ia menjabarkan, pihaknya dalam mengantisipasi banjir telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan pemeliharaan dan pengangkutan sampah dan pengerukan sedimen di berbagai wilayah. Diantaranya, sungai Madaksa Lingkungan Sawah Tahap II di Kelurahan Taman Sari, Saluran Cibuntu di lingkungan Cigading Kelurahan Tegal Ratu, Saluran sekunder, Kelurahan Tegal Ratu Kelurahan Tegal Ratu.

Selain itu, rehabilitasi perbaikan saluran juga tengah dikerjakan saat ini. Diantaranya, saluran sekunder Grogol, lingkungan Ciore Gede Kelurahan Kotasari, sungai grogol Lingkungan Cikebel Atas, Kelurahan Grogol dan Sungai Grogol Lingkungan Cikebel Bawah Kelurahan Grogol.

Baca juga  Cerita Pelipat Kertas Suara Pilkada Cilegon: Lumayan Buat Dapur Bisa ‘Ngebul’

Lanjut Ana, DPUTR dalam mengantisipasi banjir juga berkoordinasi dengan beberapa industri di Cilegon. Industri tersebut, yakni, PT Lotte Chemical Indoneia (PT LCI). Kedua pihak tengah membentuk eksisting tanggul dan melandaikan lingkungan sungai kanal Krenceng serta melakukan normalisasi
sepanjang lebih 1,5 kilometer melibatkan PT KIEC dan dan PT PCM.

Perusahaan lainnya yakni PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) juga kata dia turut serta. Pemkot dengan BUMD ini melakukan melakukan pekerjaan pelebaran dimensi sungai (eksisting 4 meter menjadi 12 meter) di bagian hilir sepanjang 400 meter.

Begitu juga dengan PT Krakatau Industri Estate Cilegon (PT KIEC). KIEC dilibatkan untuk membantu pemerintah melakukan pelebaran dimensi sungai (eksisting 4 meter menjadi 12 meter), membangun tanggul permanen sepanjang 250 meter dan melandaikan lengkungan sungai kanal Krenceng serta akan melakukan normalisasi dengan pihak PT LCI sepanjang 1,5 kilometer. (Ully/Red)