CILEGON, SSC – Sebanyak 168 PKL yang berdagang di Alun-Alun Kota Cilegon mengancam akan mengoncok ke Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Cilegon. Rencana itu dipicu oleh tindakan petugas Dinas Satpol PP yang melakukan penertiban secara arogan dan sewenang-wenang.

“Semestinya Pol PP harus prosedural kalau mau menertibkan kita (Pedagang,red) enggak seperti ini asal merusak dan mengambil dagangan milik kami,” ungkap
Wakil Ketua Panguyunan pedagang Alun-Alun Kota Cilegon, Ahmad Farid kepada Selatsunda.com,  Rabu (24/5/2018).

Farid mengaku, para pedagang berjualan di Alun-alun bukan bukan tanpa dasar. Mereka telah mendapat izin berdagang di arena Alun-alun langsung dari Dinas Perumahaan dan Permukiman (Perkim) yang suratnya ditandatangani oleh Kadis Perkim, Aziz Setia Ade.

“Satpol PP ini kan polisi pemerintah, seharusnya jangan arogan seakan-akan kaya kebo di kencengin langsung bertindak,” ujarnya.

Tindakan yang dinilai arogan itu, lanjut Farid, telah memicu kemarahan para pedagang. Ia bersama pedagang lain akan menyambangi kantor Satpol PP untuk mempertanggungjawakan tindakan yang dilakukan petugas.

“Kalau dalam waktu dhuzur ini dari Satpol PP tidak mengembalikan barang-barang yang diangkut oleh mereka, kami semua pedagang di Alun-alun akan datang ke kantor Pol PP untuk masalah ini,” tungkasnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, Kasat Poll PP, Juhadi M Syukur dan Kabid Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kota Cilegon Sofan Maksudi masih sulit dihubungi. Begitu juga Kepala Dinas Perkim, Aziz juga belum menjawab panggilan telepon saat dikonfirmasi. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here