Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera (tengah) menerima cinderamata dari Ketua KPU Cilegon Irfan Alfi,” Rabu (3/2/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) menyatakan jika money politik atau politik uang di Provinsi Banten masih cukup tinggi dalam penyelenggaran Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) serentak 2020.

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menjelaskan, tingginya politik uang di Banten ini karena disebabkan adanya kesenjangan ekonimi antara miskin dan kaya sehingga terjadinya politik uang tersebut.

“Kalau dibandingkan dengan wilayah lain, Politik uang di Banten masih sangat tinggi.

Kesenjangan ekonomi menjadi salah satu penyebab tingginya politik uang sehingga subur terjadi,” kata Mardani Ali Sera kepada awak media usai kunjungan kerja bersama KPU RI dan Provinsi Banten di salah satu hotel di Kota Cilegon, Rabu (3/2/2021).

Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini membahas dibuatnya RUU Pemilu, bukan hanya ambang batas presiden dan pemilihan kepala daerah.

“Tadi teman-teman Bawaslu menyampaikan kondisi tersebut. Tapi untuk berapa besarnya, masih belum dikonfirmasi secata jelas. Namun di ombudsmen juga sama money politik tinggi. Kana jadi bahasan utama kami,” imbuhnya

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Bawaslu RI  Fritz Edward Siregar  menjabarkan, selama penyelenggaran Pilkada yang digelar di Banten, pasti ditemukan money politik atau politik uang.

“Banyak laporan dan temuan yang ditindak lanjuti ke Sentra Gakumdu Idan Gakumdu II. Bahkan 2 kasus sudah diputuskan di PN,” ungkapnya.

Untuk lebih bisa menekan banyaknya praktik politik uang saat penyelenggaran Pilkada, menekankan agar ada penindakan kepada pelaku politik uang agar kejadian ini tidak terulang kembali saat Pilkada.

“Apakah kita puas dengan proses penanganan politik uang, tentu tidak puas dengan politik uang yang terjadi. Namun itu menjadi perbaikan konsep demokrasi kedepan dan kewenangan basawalu diharapkan bisa lebih luas dalam penanganannya,” imbuhnya. (Ully/Red).