Dua pelaku revidivis pencurian bermotor (curanmor) asal Pandeglang berhasil dibekuk di Polsek Ciwandan, Kota Cilegon,” Rabu (6/3/2019). Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Polsek Ciwandan berhasil membekuk dua pelaku pencurian kendaraan motor yang kerap beraksi di Cilegon. Kedua pelaku berinisial M (31) dan AS (20) asal Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang ini merupakan residivis.

Kapolsek Ciwandan Kompol Idrus Madaris mengatakan, penangkapan terhadap pelaku ini didasarkan atas adanya perkara pencurian motor yang dilaporkan masyarakat di wilayah Kecamatan Ciwandan. Laporan itu kemudian ditindak lanjuti penyidik. Dalam pengembangan, identitas para pelaku terungkap. Penyidik kemudian mengendus keberadaan mereka di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang. Pelaku M dan AS yang saat itu bertransaksi jual beli motor di Kampung Cibitung Hilir, Desa Cibitung langsung dibekuk. Sementara rekan pelaku lainnya, SK lolos dalam kejaran petugas dan dinyatakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Pelaku ini residivis. Tak hanya di wilayah hukum Polsek Ciwandan, dua pelaku ini juga pernah melakukan aksisnya di wilayah hukum Polsek Cipocok. Sementara untuk pelaku S alias Suki saat ini masih DPO (Daftar Pencarian Orang,” kata Idrus kepada wartawan usai melakukam ekspos di Polsek Ciwandan,” Rabu (6/3/2019).

Dalam menjalakan aksinya, pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. M berperan sebagai pelaku yang masuk kedalam rumah korban dengan merusak kunci kendaraan yang terparkir di halaman rumah. Sementara pelaku AS berperan mengawasi disekitaran lokasi.

“Pelak M dan A ini memasuki rumah korban dengan merusak atau menjebol pintu rumah. Setelah mendapati ada kendaraan, M pun langsung merusak kunci kendaraan motor tersebut. Untuk melancarkan aksinya ini, dua pelaku ini membawa senjata api jenis airsoftgun dan tak segan-segan menembak ke pemilik kendaraan,” jelasnya.

Idrus menuturkan, motor yang digasak para pelaku kemudian dibawa ke wilayah Pandeglang untuk diperjualbelikan. Motor dibanderol dengan harga bervariatif dari kisaran Rp 2 hingga 3 juta untuk motor standart. Sedang untuk motor Sport CBR dijual Rp5 juta.

Atas penangkapan itu, polisi mendapati barang bukti sebanyak 5 unit motor hasil gasakan pelaku. Petugas juga mengamankan barang bukti Letter T dan 1 buah air soft gun. Pelaku kata Idrus dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Sementara, pelaku M mengaku, jika dirinya pernah melakukan aksinya ini tak hanya di Kota Cilegon namun juga di Pandeglang. Ia melakukan itu karena terhimpit masalah ekonomi.

“Saya ambil motor ini dengan cara dipaksa dengan membobol kunci motor. Untuk di Cilegon baru 1x ini. Saya nyesel sekali melakukan ini, karena faktor ekonomi. Hasil penjualan motor ini akan saya gunakan untuk jajan,” paparnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?