Suasana di Gedung Juang 45 saat Pemkot Serang melakukan pengosongan, Selasa (22/9/2020). Foto Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang mengosongkan Gedung Juang 45, Kota Serang, Selasa (22/9/2020). Gedung bersejarah yang terletak di Jalan Ki Mas Jong tepat di seberang Alun-alun Barat ini akan direvitalisasi menjadi tempat wisata sejarah baik Museum, Perpustakaan Kota serta tempat aspirasi masyarakat Kota Serang.

“Pemkot Serang mempunyai program, dalam rangka mengenalkan kembali sejarah terhadap masyarakat Kota Serang, maka Gedung Juang ini akan direnovasi,” kata Wakil Walikota Serang, Subadri Usuludin usai pengosongan gedung.

Ia menyatakan, Gedung Juang tersebut merupakan salah satu aset Pemkot yang harus dilestarikan.

“Pemkot harus hadir agar benar-benar terawat dan dikenalkan dengan masyarakat Kota Serang,” terangnya.

Subadri tidak menampik kondisi saat pengosongan tadi sangat ironis. Agar tepat difungsikan, kembali ditegaskannya bahwa Gedung Juang harus direvitalisasi.

Baca juga  Aksi Remaja Curi Kotak Amal Masjid di Merak Terekam CCTV

“Kondisi di dalam, tadi cukup memprihatinkan, digunakan untuk tempat tidur dan kumpul-kumpul,” imbuhnya.

Diketahui, Pemkot berencana akan merevitalisasi Gedung Juang dengan anggaran Rp 4,5 miliar. Revitalisasi akan melibatkan sejumlah dinas terkait.

Rencananya, Gedung Juang direvitalisasi tidak akan mengubah bentuk cagar budaya, dan akan seperti bangunan awal atau aslinya. Dengan penambahan display historis kejuangan dari masa Kesultanan, Kolonial, dan Kemerdekaan.

Gedung nantinya akan dibuat Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Anak. Tepat di belakang gedung akan dibangun gedung organisasi, cafetaria, dan ruang aspirasi masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengungkapkan, revitalisasi gedung tersebut akan melibatkan sejumlah dinas terkait. Pihaknya dalam rencana tersebut telah menganggarkan sebesar Rp 1,7 miliar untuk renovasi dan penyediaan konten kejuangan.

Baca juga  Dibandingkan Idul Adha, Penumpang Pelabuhan Merak Saat Libur Maulid Nabi Turun 26 Persen

“Renovasi dan konten ranah kerja kami, pengaspalan lahan parkir oleh Dinas Perkim, sedangan Dinas PU akan membangun gedung organisasi dan auditorium di belakang gedung juang,” tandasnya.

Kembali jata Wahyu, pemkot dalam merevitalisasi sangat berhati-hati dan akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dalam mengambil keputusan.(SSC-03/Red)