Pelipatan surat suara pemilu 2019 di KPU Cilegon, Selasa (12/3/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon sudah mulai melakukan pelipatan surat suara terhitung dari Senin (11/3/2019) kemarin. Pada hari pertama ditemukan 88 lembar surat suara mengalami kerusakan.

Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi mengatakan, surat suara yang rusak disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya, surat suara tidak utuh karena terdapat sobekan dan bercak tinta.

“Jenis kerusakan itu, ada sobekan kemudian juga ada bercak tinta. Kemudian ada juga gradasi warna, kemudian kotak cetakan yang terpotong. Itu jenis-jenis kerusakannya,” ujar Irfan ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon, Selasa (12/3/2019).

Surat suara yang rusak ini, lanjut dia, ditemukan pada surat suara Pemilihan Umum Calon Legislatif di tingkat DPR RI.

“Itu yang DPR RI. Yang DPR RI itu kan di 296.383 lembar dan itu baru kita temukan pada hari pertama 88 lembar,” terangnya.

Menurutnya, jumlah yang rusak ini tidak begitu signifikan karena proses pelipatan surat suara baru saja dimulai. Hingga saat ini, KPU masih menunggu pengiriman surat suara tahap kedua yang diagendakan tiba pada Selasa (19/3/2019), pekan depan. Namun demikian, kata dia, surat suara yang rusak akan diklaim KPU Cilegon ke pihak percetakan untuk proses penggantiannya.

“Kalau melihat asumsi, dari misalnya (jumlah surat suara pada pelipatan hari pertama) kemarin itu 45 ribu lembar, mudah-mudahan tidak signigikan. Namun in case, walau bagaimanapun kalau kita temukan yang memang rusak dan banyak, mau tidak mau kita sampaikan. Kita akan sampaikan hasil sortir kita, kemudian akan kita klaim ke percetakan meminta pergantian,” tandasnya.

Sebanyak 100 orang dari berbagai elemen masyarakat dilibatkan dalam proses pelipatan surat suara di KPU Cilegon. Pelipatan membutuhkan waktu 15 hari. Pelipatan surat suara ditargetkan selesai hingga 25 maret mendatang.

“Kita targetkan bisa selesai 15 hari tetapi kan kita menghadapi problem terkait kedatangan surat suara yang tidak serentak. Sehingga mau tidak mau kita masih mencari formula agar semuanya bisa terkejar pada waktunya,” paparnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?