Foto ilustrasi

CILEGON, SSC – Imbas perpanjangan PPKM darurat diperkirakan akan berpengaruh pada peningkatan jumlah warga miskin di Kota Cilegon. Hal ini terjadi akibat lesunya perekonomian.

Kordinator Fungsi Statistik Distribusi pada BPS Kota Cilegon, Adji Subekti mengatakan, angka kemiskinan di tahun ini diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2020 lalu. Pada tahun lalu, tingkat kemiskinan di Cilegon menembus angka 3,69 persen.

“Otomatis dengan kondisi PPKM Darurat total warga miskin di Cilegon akan meningkat. Penyebabnya, karena ekonomi dan pendapatan masyarakat otomatis berkurang sehingga membuat kemiskinan di Cilegon semakin meroket,” kata Adji Subekti dikonfirmasi Selatsunda.com, Rabu (28/7/2021).

Lanjut Adji, prediksi kenaikan angka ksmiskinan ini akan dapat terlihat jika PPKM Darurat diterapkan selama 3-4 bulan ke depan. Dengan kondisi ini, ia meminta agar pemerintah daerah dapat mencari solusi terhadap kondisi tersebut.

Baca juga  Miris ! 7 KK di Cilegon Tinggal di Gubuk Beralas Triplek dan Tak Punya MCK

“Kalau PPKM Daruratnya dilakukam 3-4 bulan otomatis akan terlihat angka presentasinya. Saat ini kami tengah mengolah data tersebut termasuk mengelola angka pengangguran di Cilegon,” lanjutnya.

Kata Adji, kondisi PPKM Darurat bukan hanya berdampak pada bertambahnya angka warga miskin di Cilegon. Tetapi berdampak juga pada angka pengangguran.

“Angka pengangguran juga meningkat, dari 9,68 persen pada 20219 menjadi 12,69 persen pada Tahun 2020. Terjadi sejak pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Ully/Red)