Buruh outsourching menyambangi Kantor Pemkot Cilegon, Senin (11/3/2019). Aksi ini merupakan aksi lanjutan dari PT Krakatau Steel. Buruh menuntut kenaikan UMSK dan penolakan tender ulang jasa pengamanan oleh KS. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Krakatau Steel (KS) akhirnya buka suara terkait adanya tuntutan penolakan tender ulang jasa sekuriti dan pengamanan yang didemo buruh outscorshing di depan Gedung Teknologi PT Krakatau Steel (KS), Jalan Industri Asia Raya Cilegon, Senin (11/3/2019) pagi tadi.

Plt General Manager Security and General Affair PT KS, Edjie Djauhari yang di konfirmasi membenarkan adanya rencana tender ulang tersebut. Tender ulang yang dilakukan ini, kata dia, tidak lain dimaksudkan untuk meningkatkan performa keamanan yang dinilai KS masih perlu dilakukan perbaikan.

“Iyah kami ada rencana untuk melakukan tender ulang ini. Tak lain, dengan tender ulang ini, untuk meningkatkan performance keamanan yang kami anggap masih butuh perbaikan. Perbaikan ini meliput, perbaikan dalam segi disiplin karyawan sekuriti seperti melakukan absensi, kesigapan, sikap dan disiplin seorang sekuriti. Dan banyak lagi yang masih kita perbaiki,” kata Edjie saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia menuturkan, untuk menentukan pemenang tender ini, ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan. Para peserta, lanjutnya, harus mengikuti berbagai serangkaian yang harus dipenuhi. Diantaranya tahapan persiapan, tahapan seleksi hingga tahapan seleksi (bidding).

“Calon peserta tender ini harus melakukan persiapan matang sesuai dengan aturan yang kita inginkan. Saat ini belum dimulai tahapan seleksinya. Baru mulai pada Juni mendatang. Masih banyak waktu sebetulnya,” tuturnya.

Baca : Ratusan Buruh Demo Krakatau Steel, Tuntut Upah Naik dan Tolak Tender Ulang Jasa Keamanan

Ia mengakui, bahwasannya ada dua vendor saat ini yakni PT Cilegon Citra Perkasa (CCP) dan PT Swadec yang masih dipercayai untuk mengikuti tender. Akan tetapi, seluruh kebijakan dan evaluasi berada pada keputusan direksi.

“Seperti yang saya sampaikan semua ada dalam kebijakan dari direksi yang memilih. Tapi, pada prinsipnya, calon vendor ini tidak nakal. Karena, kebetulan waktu itu ada ditemukan vendor yang nakal dengan tidak membayarkan pesangan dan UMSK buruh. Para calon vendor ini memang harus saving untuk para buruh,” ujarnya.

Soal tudingan buruh adanya tender ulang itu dapat memperburuk kesejahteraan buruh, ia tidak menilai demikian. Begitu juga kabar sudah ada pemenang, ia menepisnya. Secara regulasi, papar dia, tender ulang itu dilaksanakan secara transparan dan sampai saat ini sudah berjalan dengan terbuka.

“Tujuan kita sebenarnya baik dengan melakukan tender ulang ini. Kalaupun ada tudingan dari buruh sudah ada vendor tetap yang menang dalam tender ini, saya membantah hal ini. Dalam melakukan tender ini kita melakukan secara transparan, bahkan kita menerapkan GCG (Good Corporate Governance) ya, malah dari logistik mengabarkan akan ada tujuh perusahaan yang akan mengikuti bidding,” tandasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?