CILEGON, SSC – Ambrolnya Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Lingkungan Jerenong, Kelurahan Lebak Denok, Citangkil akibat banjir, beberapa pekan lalu, turut berpengaruh besar pada dunia industri. Putusnya insfrastruktur jalan itu secara langsung menghambat arus logistik.

Hal ini terungkap, saat pelaksaan rapat JLS yang digelar Pemkot Cilegon bersama perwakilan industri, Kamis (3/5/2018).

Humas PT. Asahimas Chemical, Rofi Khalatif mengaku, ambrolnya JLS berdampak nyata pada pengiriman arus logistik. Logistik yang biasanya dilalui normal, kata Rofi, saat ini agak tersendat.

“Saya rasa bukan hanya diraskan oleh masyarakat saja, tapi juga berimbas pula pada kepentingan industri,” kata Rofi usai rapat.

Lebih jauh dijelaskannya, rencana perbaikan yang diinisiasi pemkot sangat didukung oleh pelaku industri. Industri sepenuhnya menyanggupi untuk membantu pemkot memperbaiki infrastruktur itu.

“Anggaran yang dibutuhkan itu kan berkisar Rp4,3 miliar. Kalau dihitung kekurangannya Rp. 2,5 miliar, maka dari kesepakatan hasil forum tadi, range terendahnya, per industri bisa membantu sekitar Rp10 juta. Itu pun tergantung pada perusahaan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Human Resources and Coorpoate Affair PT. Indorama Petrochemical, Malim Handel Joni mengatakan, pihak industri sangat mendukung langkah pemkot memperbaiki JLS. Diperkirakan dari sekitar 200 industri, sambung Joni, masing-masing industri dapat membantu pemkot dengan bantuan dana sekitar Rp.12,5 juta.

“Uang segitu ringan lah untuk industri. Apalagi demi kelancaran industri juga jika JLS ini sudah benar,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, pemkot membutuhkan anggaran sekitar Rp.4,3 miliar untuk memperbaiki JLS yang ambrol. Rp.1,8 Miliar diantaranya akan menggunakan APBD Reguler 2018. Sementara sekitar Rp.2,5 miliar, pemkot mendesak industri untuk membantu berpatisipasi memenuhi kekurangan anggaran itu. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here