Warga binaan Lapas Kelas III Cilegon dilakukan pemeriksaan virus HIV/AIDS oleh pihak Puskesmas Cibeber,” Sabtu (9/3/2019) pagi. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir dari Januari hingga Maret 2019, jumlah warga binaan di Lapas Kelas III Kota Cilegon yang mengidap HIV meningkat hingga 30 persen dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang dimiliki Puskemsas Cibeber, Jumlah yang terinfeksi HIV kurang lebih 10 warga binaan. Sementara di 2018 berkisar 4 warga binaan.

Salah satu dokter Puskesmas Cibeber, dr Arief mengatakan, sedikitnya dari jumlah warga binaan yang terinfeksi HIV/AIDS akibat penggunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).

“Upaya yang kami lakukan untuk menekan jumlah angka ini semakin meningkat, kami melakukan Mobile VST dengan menggelar pemeriksaan rutin satu bulan sekali bagi warga binaan serta melakukan pemeriksaan kesehatan berjalan di Lapas Kelas III Kota Cilegon,” kata Arief kepada Selatsunda.com,” Sabtu (9/3/2019).

Menurut Arief, populasi penyebaran virus HIV/AIDS (ODHA) di lapas dianggap sangat cepat penularannya karena keberadaan WB terisolasi. Diakuinya, virus tersebut tidak dapat disembuhkan namun sakit dapat berkurang bila menjalani proses penyembuhan antara 2 sampai 3 bulan. Untuk memaksimalkan ini pihaknya turut melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon.

“Di sini kan (lapas,red) termasuk paling cepat tertular virus ini. Di mana lingkungan mereka ini terkunci dari dunia luar. Virus ini tidak bisa disembuhkan, tapi jika penderita mematuhi pengobatan maka 2-3 bulan rasa sakitnya akan berkurang dan badan akan kembali normal,” ujarnya.

Selain pemeriksaan rutin kesehatan, Puskesmas Cibeber terus melakukan konseling, edukasi dan melakukan kontroling kepada penderita agar bisa sembuh dari virus tersebut.

“Penangan pertama yang kita lakukan untuk pasien ini hanya dengan memberikan konseling, edukasi dan memberikan semangat kepada pasien untuk mau diobati. Kesembuhan ada dalam diri si pasien. Pasien yang terkena virus ini tidak bileh putus dari pengobatan dan rajin untuk minum obat,” sambungnya.

Sementara itu, Kasubsie Pembinaan Lapas Kelas III Cilegon, Edrawanto menjelaskan, Mobile VCT yang digelar di Lapas Kelas III Cilegon dengan Puskesmas Cibeber ini sebagai bentuk upaya peningkatan pelayanan untuk warga binaan dalam mencegah dan mengobati terhadap virus HIV/AIDS.

“Kita ingin memberikan pelayanan yang maksimal untuk warga binaan terhadap virus berbahaya ini. Kita berharap, dengam kerjasama ini mampu menekan dan mencegah penyakit berbahaya ini,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?