Pasca kebakaran, KMP BSP 1 ditarik dua tugboat untuk sandar di Dermaga 3, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Tidak banyak yang mengetahui persis kronologis terbakarnya KMP BSP I di Perairan Merak, Kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun selatsunda.com dari PT Tri Sumaja Lines selaku operator KMP BSP I, Awalnya kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 17.30 WIB. Api diketahui pertama kali oleh dua orang Juru Minyak dan Masinis 3. Sumber api muncul dari kamar mesin. Mengetahui itu, ketiga saksi mata ini langsung melaporkannya kepada Nakoda Kapal. Setelah mengetahui terdapat insiden itu, kru kapal langsung melakukan upaya  pemadaman api. Sementara kru lain  menyampaikan kejadian tersebut kepada penumpang untuk menggunakan pelampung dan menenangkan kondisi  diatas kapal.

“Informasi kejadian itu 17.30 WIB berhasil dipadamkan jam 18.00 WIB. Kemudian pukul 18.30 WIB pendinginan, kalau saya lihat pemadaman hanya setengah jam. Setengah jam lagi, pendinginan” ujar Kepala Cabang PT Tri Sumaja Lines Cabang Merak, Parinton Situngkir ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat (8/2/2019).

Lebih lanjut dari keterangan Nakoda, papar Situngkir, api diduga berasal dari korsleting lampu di kamar itu.

“Percikan api dari listrik kabel lampu di situ. Jadi kalau dari mesin sebenarnya mesin nggak kena,” tandasnya.

Ia menyatakan, api pada kejadian itu sebenarnya tidak terlalu besar. Hanya saja karena api mengenai Gass Bulk menimbulkan kepulan asap hitam tebal hingga membuat penumpang panik.

“Kalau api itu seperti bakar plastik cuma karena di atas mesin akhirnya agak susah untuk menanganinya, diambil pemadam seperti apar itu habis 15 tabung cuma saking tertutup mesin itu, asap banyak, itu yang bikin orang panik,” terangnya.

Pada pukul 19.00 WIB, api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman. Kapal langsung ditarik dua tugboat untuk disandarkan di Dermaga 3, Pelabuhan Merak. Seluruh penumpang yang tercatat sebanyak 196 orang dinyatakan selamat. Begitupun 26 kru kapal dan 10 orang cleaning service juga selamat. Peristiwa ini, kata Situngkir, tidak menimbulkan korban jiwa.

“Seluruh penumpang kebagian pelampung. Pelampung kami berjumlah 1.021 buah. Itu berikut cadangan. Kalau ada yang tidak dapat, itu tidak benar,” tegasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?