Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin melakukan test urine yang digelar oleh BNN Kota Cilegon di Ruang Rapat Walikota Cilegon,” Selasa (24/5/2022). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon mencatat selama 2021, Kecamatan Jombang menjadi daerah paling rawan penyebaran narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya.

Dari data yang dilansir BNNK Cilegon, perkara yang ditangani di Kecamatan Jombang sebanyak 26 kasus dan 41 tersangka. Kecamatan Cibeber sebanyak 15 kasus dan 22 tersangka. Kecamatan Pulomerak 10 kasus dan 12 tersangka.

Selanjutnya, Kecamatan Grogol 5 kasus dan 6 tersangka. Kecamatan Citangkil sebanyak 6 kasus dan 7 orang tersangka. Kecamatan Cilegon 8 kasus dan 11 orang tersangka, Kecamatan Ciwandan 4 kasus dan 4 tersangka dan Kecamatan Purwakarta 7 kasus dan 11 tersangka.

Kepala BNN Kota Cilegon Raden Fadjar Widjanarko mengatakan pihaknya menilai Kecamatan Jombang tergolong zona merah diantara kecamatan lainnya.

“Jika dilihat dari data kerawanan wilayah tindak pidana narkotika di 2021, Kecamatan yang paling rawan terhadap peredaran narkoba ada di wilayah Kecamatan Jombang. Kenapa Kecamatan Jombang, karena memang kawasannya rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” kata Raden Fadjar ditemui disela-sela kegiatan Implementasi program Cilegon bersih narkoba yang digelar di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Selasa (24/5/2022).

Raden menjelaskan dengan adanya Program Cilegon Bersih Narkoba diharapkan dapat menekan kasus peredaran narkoba di Cilegon. Diantaranya menetapkan Kecamatan Jombang dan kecamatan lainnya yang tergolong zona merah sebagai area dalam menjalankan program tersebut.

“Indikator kita pilih 2 kecamatan ini karena kedua Kecamatan Jombang dan Cibeber karena keberadaan rumah yang ditinggali penghuninya dijadikan tersangka menjual barang haram tersebut. Karena itu, kita ingin tempat-tempat ini bersih dari narkoba,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Cilegon, Maman Mauludin menjelaskan, pihaknya akan bersinergi dengan aparat setempat dan aparat terbawah dari mulai Bhabinkamtibmas juga wilayah RT/RW, kelurahan, untuk dapat mencegah peredaran narkoba.

“Memberikan sosialisasi secara intens dan memberikan kewenangan ke keluarahan untuk melaksanakan tes urine langsung oleh BNN Kota Cilegon,” pungkasnya. (Ully/Red)