Kejari Cilegon memusnahkan barang bukti narkoba di Kantor Kejari Cilegon, Senin (11/2/2019). Foto Ist

CILEGON, SSC – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon memusnahkan barang sitaan dari beebagai kasus narkotika yang telah berkekuatan hukum tetap saat di selenggarakan di Halaman Kantor Kejari Kota Cilegon, Senin (21/2/2019). Sebanyak 536 butir Tramadol dan 5,36 gram sabu dimusnahkan.

Informasi yang berhasil dihimpun Selatsunda.com, pemusnahan barang bukti ini langsung disaksikan Kepala BNNK Cilegon Kepala BNN Kota Cilegon, AKBP Asep Mukhsin Jaelani, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kota Cilegon Ria Ramadayanti, jajaran BNNK Cilegon dan jajaran Kejaksaan Kota Cilegon.

Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kota Cilegon Ria Ramadayanti mengatakan, barang haram ini hasil pengungkapan kasus yang berhasil dilakukan Kejari Kota Cilegon selama dua bulan (November hingga Desember) 2018 lalu. Dengan total perkara sebanyak 23 kasus.

“Pemusnahan yang berhasil kita (Kejari,red) lakukan ini dari pengungkapan kasus selama dua bulan lalu. Dengan barang bukti 536 butir tramadol 5,36 gram sabu dan berbagai jenis barang haram lainnya,” kata Ria saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Barang sitaan ini, kata Ria, selanjutnya langsung dimusnahkan dengan cara diblender dan bungkus obat terlarang langsung bakar.

“Semua barang bukti ini kita musnahkan semusnah-musnahnya. Mengapa kita blender, biar obat tersebut langsung hancur dan tidak bisa digunakan kembali,” katanya.

Untuk kasus narkoba ini, lanjut Ria, pelaku barang haram ini dikenakan pasal yang sangat berbeda. Untuk narkoba dikenakan Pasal 112 ayat (2) undang-undang 35 tahun 2009. Sementara pelaku yang terjerat kasus obat-obatan dikenakan pasal 196 ayat (2) undang-undang 36 tabun 2009 dengan maksimal penjara sendiri 15 tahun hingga hukuman mati.

“Jika dilihat trendnya, peredaraan narkoba di Kota Cilegon cukup rentan. Di mana, Kota Cilegon merupakan daerah penyebrangan dan daerah pintu masuk bagian barat. Di tambah lagi, banyak pelabuhan tikus di Kota Cilegon sehingga peredaraan narkoba cukup pesat membuat pemakainya mengalami ketergantungan hingga menimbulkan kematian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Cilegon AKBP Asep Mukhsin Jaelani tak menampik peredaran narkoba di Kota Cilegon cukup pesat peredarannya. Terlebih lagi, awal Januari 2019, BNN Kota Cilegon berhasil menangkap 8 pelaku yang membawa tramadol dan sabu.

“Cilegon cukup pesat peredarannya. Ini dibuktikan di awal 2019 saja kita berhasil menangkap 8 pelaku narkoba dan sabu. Kebanyakan juga, para pelaku ini masih berusia 19 tahun. Seperti yang pernah kita berhasil tangkap beberapa bulan lalu, kita berhasil menangkap pelaku sabu-sabu di Lingkungan Kubang Welud, Kelurahan Samang Raya, Kecamatan Citangkil di mana pelakunya masih berusia 19 tahun,” paparnya.

Guna mengantisipasi peredaran narkoba di Kota Cilegon, sambungnya, BNNK Cilegon memiliki program “Kelurahaan Bersih Narkoba dan BNN akan memberikan sosialiasi masalah perkawinan. Dengan cara ini, tentunya peredaran barang haram di Kota Cilegon akan semakin di tekan. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?