Foto Ilustrasi (Sumber Tirto.id)

JAKARTA, SSC – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero), Wisnu Kuncoro (WNU) sebagai tersangka. Kuncoro yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Daya Listrik ini ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari dua pihak swasta yakni Kenneth Sutardja (KSU) dan Kurniawan Eddy Tjokro (KET).

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada jumpa pers di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan dikutip dari detik.com, Sabtu (23/3/2019).

“Setelah melakukan pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, maka disimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero) Tahun 2019,” ujarnya.

Selain WisnuKuncoro, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain pada kasus dugaan ini. Diantaranya Kenneth, Kurniawan serta Alexander Muskitta sebagai tersangka. Penetapan keempat tersangka ini merupakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Jumat (22/3/2019) kemarin.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka WNU Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) dan AMU swasta, diduga sebagai penerima. KSU dan KET pihak swasta, diduga sebagai pemberi,” paparnya.

Baik Kuncoro maupun Alexander selaku pihak penerima dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Kenneth dan Kurniawan selaku pihak yang diduga pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?