Suasana proyek pembangunan PLTU unit 9 dan 10 di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Senin (11/2/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Proyek Tahap Pertama Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 9 dan 10 di Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon sudah hampir rampung. Pembangunan proyek 2 PLTU yang masing – masing berkapasitas 1.000 megawatt ini akan dilanjutkan pada tahapan konstruksi dan instalasi peralatan teknologi hingga 5 tahun kedepan dan dimulai pada Juni 2019 ini.

Koordinator Pembangunan PLTU Unit 9 dan 10, Kardi Bin Kasiran mengatakan, proyek tahap I yang meliputi perataan dan pematangan lahan telah mencapai 98 persen. Saat ini, kata dia, tim pembangunan tengah mempersiapkan rencana tahapan berikutnya yakni tahapan sipil dan konstruksi.

“Pematangannya sudah 98 persen, ini sudah selesai. Dari seluruh tahapan, ini sudah 10 persen. Yang paling besar secara pembiayaan, pada high teknologi dan padat modal,” ujar Kardi di konfirmasi di kantornya, Senin (11/2/2019).

Tahapan Sipil yang dimaksud adalah tahap pengetesan struktur tanah atau soil test. Pengetesan dilakukan untuk memastikan kekuatan kosntruksi atau pondasi ketika teknologi PLTU dibangun.

“Saat ini tahapan sipil dahulu, kemudian pemancangan dan pondasi. Bulan maret ini, sudah akan tes. Struktur tanahnya di tes isitilahnya soil test. Jadi itu diangkat sampelnya, ketahuan ini batuan keras, batuan lunak atau lumpur. Nanti ngebornya sampai 18 meter,” paparnya.

“Misalnya tiang pancang, itu di palu sampai ketemu batuan keras. Sehingga pada saat (dipasang) mesin diatasnya sudah mapan. Tapi kalau nggak sampai keras, di cor segitu, nanti goyang dia. Lapisan antara atas sampai yang keras ini, itulah yang dites,” urai┬áKardi yang saat itu didampingi Anggota Tim, Roni Sirait.

Proyek 2 Unit PLTU ini, kata dia, akan dibangun di luasan 76 hektar dari sekitar 200 hektar lahan yang tersedia.

“56 hektar untuk plan-nya, ini kan untuk alatnya. Tetapi kan ada ruang tertentu yang kita sediakan baik ruang terbuka hijau, ruang perkantoran dan sebagainya. Itu sekitar 76 hektar dari 200 hektar keseluruhan lahan,” tandasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, proyek pembangunan 2 PLTU ini nanti akan dibangun oleh perusahaan asal negara Korea, Dosan Heavy Indstries Construction bekerjasama dengan PT Hutama Karya. Penyediaan peralatan teknologinya akan melibatkan sejumlah negara yang tergabung dalam Organisation For Economic Co-operation and Development (OECD).

“Ini baru finalisasi kontrak, konsorsium antara Doosan dengan PT Hutama Karya. Untuk alat teknologi itu dari negara-negara OECD, negara – negara maju di luar China. Jadi ada negara Canada, Amerika, Inggris, Denmark, Islandia, Jepang dan Korea. Tidak termasuk negara China,” paparnya.

Untuk diketahui, investasi pembangunan 2 unit PLTU ini menghabiskan anggaran negara sekitar Rp 40 Triliun. Dua PLTU ini dibangun untuk menambah daya kapasitas 2.000 megawatt dari 4.000 megawatt yang telah ada di Unit 1-8. Proyek 2 PLTU ini diperkirakan selesai dibangun hingga tahun 2024 mendatang. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?