Pemkot Cilegon melaksanakan rapat di ruang rapat Walikota terkait persiapan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI. Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Keberhasilan pelaksanaan pengibaran bendera disetiap upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI bergantung pada lokasi penyelenggaraan dan fasilitas yang memadai. Pada latihan yang diselengarakan di Alun-alun Cilegon, anggota Pasukan Pengibaran Bendera (Paskibra) dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menemukan kendala. Sebab, lokasi yang dijadikan lintasan atau track para pengibaran bendera belum sesuai harapan.

Sekjen Purna Paskribaka Indonesia (PPI)  Kota Cilegon Niko Rendi Estiawan menyatakan, kondisi permukaan yang digunakan untuk latihan Paskibra dan Paskibraka tergolong bergelombang dan tidak rata. Lintasan dengan paving blok berlubang menyulitkan saat dilintasi. Selain itu, tiang bendera yang berkarat juga menjadi kendala saat pengibaran bendera.

“Kondisi permukiman yang bolong- bolong ini membuat para anggota Paskibraka kesulitan dalam bergerak. Bahkan, tiang bendera yang ada di Alun-alun pun berkarat,” kata Niko saat ditemui Selatsunda.com usai menggelar rapat Final HUT RI ke-73 di Ruang Rapat Walikota Cilegon,” Jumat (10/8/2018).

Ia menjelaskan, dengan kondisi yang tidak rata ini membuat pasukan yang memakai hak sepatu tinggi tidak leluasa bergerak.

“Kalau tali sepatu kami copot kan bahaya juga nanti jalannya pincang. Ini bisa rawan. Kalau sepatu kami ikatannya kuat. Tapi kalau punya anak-anak sekolah yang sepatunya hanya satu tali ini rawan copot,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya menyarankan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon untuk mengganti paving blok itu. Jika memungkinkan jalan yang dilintasi paskibraka dapat ditutup karpet agar prosesi penyelenggaraan dapat berjalan lancar.

“Pada rapat pertama PHB sudah kita sarankan hal ini. Tapi, saran kita rupanya tidak dilakukan oleh Pemkot. Enggak mungkin dikerjakan sekarang mengingat waktunya sudah mepet sekali,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Arsitektur Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Cilegon, Edi Hendarto mengatakan, Disperkim akan melakukan penutupan lubang yang jadi kendala. Sehingga memudahkan para Paskibra dalam melakukan Pengibaran Bendera Merah Putih di Alun-alun.

“Kalau masalah itu nanti kita akan tambal dengan tanah. Lobang-lobang di pavping blok itu kan buat resapan air paling solusinya itu,” ujar Edi.

Disinggung mengenai tiang bendera yang sudah mulai berkarat, ia enggan berkomentar akan hal itu. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here