Walikota Cilegon, Edi Ariadi usai memghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2018 PT Pelabuhan Cilegon Mandiri di Hotel Grand Mangkuputra, Kota Cilegon, Selasa (26/2/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) membukukan pendapatan usaha selama Tahun 2018 sebesar Rp 124 Miliar. Nilai ini mengalami kenaikan dari tahu lalu Rp 118 miliar.

Sementara laba bersih yang diperoleh per 31 Desember 2018 sebesar Rp 33 Miliar. Nilai ini tumbuh sekitar 10 persen dibanding tahun lalu Rp 29 miliar.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengapresiasi kinerja keuangan yang diraih PCM. Dengan adanya peningkatan laba ini semakin menunjukan bisnis tandu dan tunda tugboat yang diljalankan PCM dipercaya publik.

“Karena memang kita melayani kapal berbendera asing. Yang kedua, agen-agen itu percaya dengan kita. walaupun kita punya saingan, Pelindo tetapi alhamdulilah mereka percaya sama kita karena kita ini perusahaan daerah,” ungkap Edi usai Rapat Umum Pemegang Saham PT PCM Tahun 2018 di Hotel Grand Mangkuputra, Kota Cilegon, Selasa (26/2/2019).

Edi menyatakan, bisnis PCM dari tahun ke tahun cenderung semakin bergeliat sekalipun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang fluktuatif turut mempengaruhi keberlangsungan usaha perusahaan daerah Cilegon ini. Untuk mengekspansi bisnis, kata dia, PCM akan menyewa 1 kapal tugboat.

Untuk diketahui, PCM memiliki 5 kapal tugboat untuk melayani bisni pandu dan tunda. Dua kapal diantaranya yang ada diperoleh dengan cara sewa dimana salah satunya akan memasuki masa sewa yang telah jatuh tempo dan akan diadakan kembali untuk sewa kapal baru.

“Kita akan ada dua sewa kapal, karena kurang efisien, nanti kita akan lepas satu dengan rencana pengadaan,” paparnya.

“Masih ada kontrak cuman untuk menghadapi kompentensi kita harus mengadakan pembelian satu kapal,” terangnya.

Soal pos piutang, nilainya tidak begitu signifikan. Biaya piutang belum tertagih, lanjut Edi, telah dikurangi dalam Laporan Laba Rugi.

“Di piutang 2018 memang ada tercatat, tapi sudah dimasukin laba rugi. Tadi ada piutang yang satu bulan, tiga bulan, yang enam bulan, itu sudah dimasukkan ke angka itu,” pungkasnya.

Sementara, Plt Direktur Utama PT PCM, Arief Rivai Madawi menyebut, laba yang diraih ini merupakan kinerja yang telah dijalankan tim PCM utamanya tim operasional dan Komersil. Sekalipun masih mencatat adanya piutang, nantinya bila telah tertagih akan tercatat krdalam pendapatan usaha.

“Kita punya konsep pelayanan, dibawah komando pak akmal ini dalam konsep pelayanan harus yang terbaik. Dan kita mengeliminir supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

“Pandu tunda kan masih dikerjasamakan dengan KBS (Krakatau Bandar Samudra). Seperti yang disampaikan pak walikota tadi itu kan, piutang itu kan masih terus berjalan tetapi nanti tetap akan tercatat dalam pendapatan kita. Sehingga pendapatan kita melebihi tahun lalu. Kalau tahun 2017 pendapatan hanya Rp 118 miliar, sekarang itu di 2018 sudah mencapai Rp 124 miliar,” urainya.

Sementara, Direktur Operasional dan Komersil PT PCM, Akmal Firmansyah menambahkan, rencana untuk sewa tugboat baru dieprlukan untuk mengembangkan bisnis PCM. Sewa 1 unit kapal baru ini juga menyesuaikan regulasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan.

“Kita memenuhi regulasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan, bahwa kita harus mengoperasikan kapal dengan total keseluruhan 11 ribu house power. Kemudian ini juga untuk memenuhi kepuasan konsumen kedepan, kita perlu peremajaan armada. Karena armada yang kita miliki 3 (kapal milik PCM) sudah berumur 15 tahun,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?