Kementerian Hukum dan HAM Banten melakukan teken MoU dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten, Kamis (10/8/2023). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kementerian Hukum dan HAM Banten melakukan penandatangan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten terkait kerja sama pelatihan keterampilan kerja kepada narapidana di Kota Cilegon, Kamis (10/8/2023).

Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Septo Kalnadi mengatakan, kerja sama antara Disnakertrans dengan Kemenhumam Banten ini sebagai upaya pemerintah membantu para napi di Cilegon dalam mendapatkan pelatihan dan keterampilan kerja khususnya di bidang las.

“Kami (Provinsi Banten) ini mempunyai Balai Latihan Kerja Industri di Serpong, Tangerang. Untuk perdana, napi di Cilegon akan dilatih oleh para instruktur langsung milik Balai Latihan Kerja Industri dari Serpong, Tangerang.  Mereka (instruktur) yang langsung datang ke Lapas Cilegon untuk melatih dan membina para napi tersebut,” kata Septo kepada Selatsunda.com usai penadantangan.

Septo menambahkan, pelatihan keterampilan ini akan dijalani sebanyak 30 napi Cilegon selama 3 (tiga) hari.

Baca juga  Pansus Raperda RPJPD Bedah Total Pembangunan Kota Cilegon di 2025-2045

“Kami hanya memberikan pelatihan bagi mereka (napi). Ketika para napi ini keluar dari penjara, otomatis mereka punya keterampilan yang sudah mereka terima di dalam penjara. Sedangkan, untuk penyaluran ke perusahaan atau industri, Kumham ini yang akan mencari penyalur tenaga tenaga kerjanya,” tambah Septo.

Kata Septo, untuk saat ini Provinsi Banten baru memiliki 11 instruktur dan 2 instruktur pengelasan.

“Saat ini baru pengelasan dulu. Kalaupun pelatihan yang lain nanti bisa disesuaikan. Tapi tahap awal baru pelatihan pengelasan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Kemenhumham Banten, Masjuno mengapresiasi gagasan yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Cilegon dalam mengagas inovasi keterampilan kerja untuk para napi.

“Gagasan ini dari Kepala Lapas Cilegon. Meski digagas oleh Kalapas Cilegon, namun akan berlaku untuk Lapas se-Banten. Secara implementasi memang bukan hal baru, tapi secara kelembagaan ini persana bahkan tertuang salam suatu perjanjian kerjasama. Dan bagi kami ini sangat baik, mengigat semua masih terbatas SDM, potensi dll. Meski terbatas SDM dan potensi, tentu tidak mengurasi semangat kami dalam menggalant kerjasama dengan stakholder dalam hal ini,” ujar Masjuno.

Baca juga  Kisah Pelajar Cilegon, Bayu Bakhtiar Sukses Raup Omset Puluhan Juta, Ini Bisnisnya

Mantan Kepala Lapas Cilegon ini mengaku, kerjasama antara Kemenhumam dan Disnakertrans ini berlangsung selama 1 tahun.

“Kerjasama ini 1 hanya 1 tahun. Tapi nanti kita lalukan perpanjang terus. Dan ini baru formalitas saja. Tapi keinginan kita ada sinergitas dan kaloborasi antara kedua lembaga agar bisa terjalin dengan baik,” ucap Masjuno.

Ia herharap, kerja sama dan kaloborasi ini bisa mendukung pemerintah dalam meningkatkan life skill bagi para napi ketika nanti keluar dari sini bisa memiliki penghidupan sesuai,” harap Masjuno. (Ully/Red)