CILEGON, SSC – Tes Urine dilaksanakan secara mendadak oleh Badan Narkotika Nasional Kota Cilegon di Kantor Dinas Perhubungan Cilegon, Selasa (22/9/2020) Kemarin. Tes terhadap 150 pegawai Dishub ini dilaksanakan menyusul salah satu oknum pegawai TKS (pemberitaan sebelumnya TKL) ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Cilegon terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

“Kemarin, Selasa (22/9/2020) kemarin, karena udah ramai diberitakan adanya THL di Dishub Cilegon, Pak Kadishub (Uteng Dedi) langsung meminta kami (BNN Cilegon) untuk melakukan tes urine secara dadakan. Dan akhirnya kami, melakukan tes urine terhadap 150 pegawai Dishub Cilegon khawatir ada pegawai yang menggunakan atau mengedarkan narkoba,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Cilegon Candratika Ariputranto kepada Selatsunda.com ditemui di kantornya, Rabu (23/9/2020).

Baca : Diduga Tersangkut Narkoba, Polisi Gulung Oknum Pegawai Dishub Cilegon

Candra menambahkan, dari hasil tes urine yang dilakukan oleh BNN, sebanyak 20 pegawai dinyatakan negatif narkoba. Sementara sisanya masih menunggu hasil pemeriksaan.

“Baru 20 pegawai Dishub Cilegon hasilnya negatif. Sementara sisa pegawai lagi masih menunggu. Adapun pegawai Disbub yang belum melakukan tes urine akan dilakukan kembali dalam waktu dekat ini,” tambahnya.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

Masih kata Candra, test urine yang dilakukan di Dishub Kota Cilegon berbeda dengan tes urine yang dilakukan oleh beberapa dinas lain yang berada di Lingkup Pemkot Cilegon. Untuk di dinas lain hanya dibatasi sebanyak 20 orang.

“Berbeda dengan di Dinas Perhubungan, kalau dinas lain hanya untuk para pejabat OPD saja yang dilakukan tes urine. Sedangkan, untuk di Dishub karena kasus penangkapan narkoba kemarin oleh Polres Cilegon dan ditanbah juga ada permintaan tes urine, maka itu kami lakukan tes urine untuk semua pegawainya,” ujarnya.

Ia memastikan, akhir 2020 seluruh pegawai Cilegon akan dilakukan tes urine.

“Pak walikota (Edi Ariadi) merespon semua rencana test urine bagi seluruh pegawainya. Terbukti, Pemkot Cilegon telah menggelontorkan anggaran bersumber dari APBD sebesar Rp 400 juta untuk membeli alat tes urine,” paparnya.

Baca juga  Pasien Corona Meningkat, Pemkab Serang Distribusian Ribuan APD ke 29 Kecamatan dan 31 Puskesmas

“Alat test urine yang digunakan ini berbeda dengan alat test urine sebelumnya. Sebelumnya menggunakan 6 parameter dan sekarang menggunakan alat 7 parameter,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Cilegon, Gunawan membenarkan BNN Cilegon  melakukan tes urine kepada pegawai di Dishub.

“Iyah kemarin ada. Totalnya baru 20 orang. Karena, banyak tenaga kami yang berada di lapangan dan beberapa tenaga lagi membantu salah satu staf Dishub yang orangtuanya meninggal dunia. Untuk sisa pegawai yang belum di test urine, itu tergantung BNN Cilegon kapan lagi mengadakan test urine,” ujar Gunawan.

Kaitan oknum pegawai yang tersangkut narkoba, kata dia, pihaknya memastikan oknum tersebut sudah bukan pegawai Dishub dan sudah setahun lalu dipecat.

“Dia itu (pelaku) bukan THL (Tenaga Harian Lepas) tapi dia itu hanya TKS (Tenaga Kerja Sukarela). Karena jarang masuk makanya kami ambil tindakan tegas memecat dia. Dan seperti disampaikan oleh Pak Ketua Dewan (Endang Effendi), kami pun tidak akan menbantu pelaku untuk sisi hukum,” jelas Gunawan. (Ully/Red)