Dirlantas Polda Banten, Kombes Wibowo memberi keterangan kepada media terkait Operasi Patuh Kalimaya 2019 di Mapolda Banten, Kamis (12/8/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Direktorat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polda Banten mencatat pelanggar lalu lintas yang terjaring selama Operasi Kalimaya 2019 di Provinsi Banten meningkat hingga 58 persen.

Dari data Ditlantas Polda Banten selama operasi digelar dari 29 Agustus hingga 11 September 2019 ada sebanyak 19.471 pengemudi yang ditilang karena melakukan pelanggaran. Pada tahun lalu, pelanggar ditilang sebanyak 12.319 pengemudi. Sementara  untuk yang ditindak dengan teguran sebanyak 6.290 pengemudi atau naik 10 persen dibanding operasi yang sama tahun lalu. Untuk jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 25 kejadian atau turun 19 persen. Korban yang tercatat meninggal dunia 6 orang, luka berat 7 orang dan luka ringan 28 orang.

“Untuk lakanya dibanding tahun sebelumnya turun, korban meninggal dunia, luka berat turun dan luka ringan juga turun. Tetapi untuk penindakan (tilang) terjadi peningkatan. Memang kalau penindakan tinggi, kecelakaan rendah karena setiap kecelakaan selalui didahului pelanggaran. Harus seperti itu kita lakuka . Jadi saat operasi kita gencarkan, laka menjadi turun,” ujar Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo saat di Mapolda Banten, Kamis (12/09/2019).

Dirlantas menjelaskan, pelanggar yang terjaring dalam operasi patuh kali ini didominasi kaum milineal khususnya mereka yang menggunakan kendaraan roda dua. Hal itu, kata dia dilatarbelakangi oleh masih kurangnya literatur dari milaneal untuk tertib berlalu lintas.

“Kelompok -kelompok milaneal yang sekarang ini cenderung minim literatur. Tapi banyak medsos. Medsos yang dibuka itu bukan mencari ilmu atau segala macam, satu atau dua orang ada lah. Banyak yang masih acuh tak acuh dengan aturan lalu lintas,” paparnya.

Selama operasi berlangsung 14 hari, pelanggar yang mendominiasi dilihat pada golongan usia terbanyak pada usia 16-20 tahun. Pelanggaran ditahun ini di kategori usia tersebut sebanyak 4.245 orang. Pelanggaran ini meningkat 220 persen dibanding tahun lalu sebanyak 1.325 orang.

“Makanya ini tugas kita kedepan perlu diajarkan lagi kepada mereka. Supaya tertib berllau lintas dan tidak melanggar,” pungkas Dirlantas. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here