Dua unit Bus Trans Cilegon Mandiri berada di Terminal Seruni, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon telah menganggarkan sekitar Rp 480 juta untuk pengoperasian 2 unit bus Trans Cilegon Mandiri yang baru saja diresmikan, kemarin. Dana yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2019 ini akan digunakan untuk pemenuhan sejumlah biaya rutin pengoperasian Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) tersebut diantaranya biaya penghasilan personel, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan biaya lainnya.

“Saat ini baru Rp 480 juta,  itu dari anggaran DID tidak masuk dalam APBD. Kita akan menyesuaikan kebutuhan operasional dengan bus kita, baik BBM, kemudian pemeliharaanya dan juga personel yang mengoperasikannya,” ujar Kepala Dishub Cilegon, Andi Affandi dikonfirmasi, Jumat (8/2/2019).

Menurut Andi, DID ini telah diestimasi untuk pengoperasian 2 unit Bus Trans Cilegon. Soal 2 unit Bus Rapid Transit (BRT) milik Pemerintah Provinsi Banten yang tengah diusahakan pemkot untuk membantu armada bus TCM, kata dia, hal itu masih akan diajukan pihaknya terlebih dahulu. Diestimasi bila pengajuan 2 BRT ini disetujui, akan ada biaya tambahan.

“Untuk saat ini kita mengoptimalkan DID, kalau ada kekurangan anggaran, bisa kita support dari APBD. Kalau yang dua (bus BRT pemprov Banten) itu, belum kita hitung. Hanya (kalau diberikan), ada tambahan baik BBM, pemeliharaan sama sopir. Kalau yang lainnya sudah umum lah,” terangnya.

Untuk menseriusi permohonan 2 BRT tersebut, Dishub akan melayangkan surat pengajuan dalam waktu dekat.

“Minggu depan lah, insya Allah. Kita mau kirimkan surat dulu ke pak Gubernur Banten. Mudah – mudah pak Gubernur merespon positif. Kalau cepat diserahkan, kan itu akan lebih baik lah,” urainya.

Menurutnya, bila 2 BRT itu diserahkan untuk dikelola pemkot maka dapat menambah armada dari armada yang sudah ada. Jumlah bus yang sebelumnya 2 unit bisa bertambah menjadi 4 unit. Selain armada bertambah, jam pelayanan juga makin meningkat. Waktu tunggu penumpang pun, lanjut Andi, tidak begitu lama.

“Kita akan bisa memberikan waktu. Waktu pelayanan itu akan lebih intens lagi. Karena kan jedah waktu 1 jam ini, pikir saya cukup lama juga. Kalau umpama sudah makin banyak armada, minimal kita bisa mengangkut setengah jam sekali atau 10 menit sekali,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?