Petugas perusahaan pelayaran mencatat manifes penumpang sebelum masuk ke dalam area Pelabuhan Merak, Cilegon (Foto Dokumentasi)

CILEGON,  SSC – Operator Kapal yang tergabung dalam asosisasi Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai,  Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak akan menyiapkan sistem manifes penumpang kendaraan dengan menggunakan teknologi canggih. Pemberlakuan itu menyusul penerapan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2016 tentang Daftar Penumpang dan Kendaraan Angkutan Penyeberangan dan PM 28 Tahun 2016 tentang Kewajiban Penumpang Angkutan Penyeberangan Memiliki Tiket.

Hal ini disampaikan Ketua Gapasdap Merak, Togar Napitupulu ketika dikonfirmasi selatsunda.com disela rapat pembahasan manifes dengan seluruh anggota Gapasdap Merak, Rabu (1/8/2018).

Lebih jauh Togar menjelaskan,  sistem pencatatan manifes yang dijalankan itu nantinya akan menggunakan alat perekam suara. Saat penumpang didata dan ditanya petugas terkait data penumpang, alat itu akan merekam secara langsung suara sopir atau penumpang di dalam kendaraan. Secara otomatis akan mendeteksi nama penumpang yang disebutkan.

“Jadi sistem itu tinggal merekam suara saja.  Misalnya petugas menanyakan kepada penumpang,  penumpang menjawab nama-nama penumpang,  terekam dialat yang akan kita pakai itu,  dan keluar nama-nama penumpangnya,” tuturnya.

Bila nantinya alat itu akan diterapkan,  kata Togar,  sistem manual dengan pengisian blangko (pencatatan manifes) akan ditiadakan.

“Kalau itu sudah jalan,  tidak perlu pakai manual. Sampai saat ini masih kita bahas,” paparnya.

Togar menjelaskan,  Pihaknya belum dapat menjelaskan lebih jauh tentang dana yang akan dikeluarkan untuk alat itu.  Baik alat dan biaya masih dibahas bersama dengan para anggota.

“Minggu depan lah akan kita perkenalkan.  Akan kita bicarakan lebih detail.  Jadi kita tidak mencampur urusan dengan (sistem online) ASDP, kita hanya memenuhi manifes agar tersistem,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Implementasi penerapan manifes penumpang kapal di Pelabuhan Merak disinyalir membuat pelayanan penyeberangan menjadi terganggu. Pasalnya, uji coba penerapan manifes pada Selasa (31/7/2018) dini hari itu malah membuat pelayanan terlambat dan waktu tempuh penyeberangan menjadi lebih lama. Disinyalir hal itu disebabkan oleh mekanisme manifes diatas kapal yang berbelit-belit.  Kapal yang sudah selesai bongkar muat dan hendak berlabuh harus menunggu lama karena mekanisme panjang pengurusan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).  Sementara KSOP Banten yang menanggapi itu membantah jika penerapan manifes sebagai syarat penerbitan SPB  menjadi penyebab perjalanan kapal di Pelabuhan Merak terganggu. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here