Salah satu dari empat pelaku pembobol ATM saat di Polsek Ciruas ditangkap tim khusus Polres Serang, Senin (9/11/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Masyarakat di Kabupaten Serang diminta untuk berhati-hati dan waspada saat mengambil uang di ATM. Karena tidak sedikit nasabah yang menjadi korban komplotan pembobol ATM.

Seperti kasus yang dilaporkan oleh satu dari tiga korban di Kabupaten Serang. Korban tidak menyangka ATM miliknya dibobol komplotan pelaku saat mengambil uang di ATM BNI POM Bensin Singamerta, Jalan Ciruas-Pontang Kampung Priuk Palm, Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang pada Juli lalu.

Dibalik musibah yang menimpa korban ini, para pelaku berinisial YND, KMR, ANS, HRM
ternyata beraksi secara rapi. Mereka beraksi dengan peran beda-beda. Nasabah yang menjadi korban dari pelaku sudah dibuntuti dari rumah korban.

Kapolres Serang, AKBP Mariyono mengungkap kasus pembobolan ATM di wilayah Kabupaten Serang

Saat beraksi, pelaku berpura-pura mengantre dibelakang korban. Sesaat sebelum korban melakukan transaksi, para pelaku sudah menganggal mesin kartu dengan sepotong plastik dan almunium agar kartu tertahan di mesin ATM.

Saat korban memasukan kartu ke mesin ATM, pelaku sudah mengintip nomor PIN yang ditekan oleh korban. Seketika saat korban panik, barulah pelaku beraksi berpura-pura menolong korban.

Baca juga  Diduga Sakit, Warga Bojonegara Ditemukan Tewas di Hotel Regent

“Karena mesin sudah di berikan selotif ATM tidak bisa keluar sehingga korban bertanya kepada pelaku di belakang. Setelah itu korban diminta (pelaku) memasukkan kembali nomor PIN lagi, sampai pelaku hafal nomor PIN,” ungkap Kapolres Serang, AKBP Mariyono saat mengungkap kasus tindak pidana pembobolan ATM di Polsek Ciruas, Senin (9/11/2020).

Korban saat itu tidak berdaya dan kemudian meninggalkan mesin ATM karena merasa kartu sudah tertelan ke dalam mesin.

Pelaku pun kemudian kembali beraksi di mesin ATM. Kartu yang tertahan di mesin dicongkel dengan peralatan obeng.

Mereka kemudian memasukan kartu ATM kembali dan mengambil uang sebanyak Rp 64,5 Juta dengan nomor PIN kala pertama korban memasukan kartu.

“Setelah korban ini pulang, pelaku balik lagi dan bongkar mesin ATM dan mengambil ATM-nya. Setelah dapat, pelaku lari ke ATM lain untuk mentranafer uang sebesar Rp 64 juta dari ATM korban ke ATM pelaku,” tuturnya.

Pelaku saat beraksi, kata Kapolres, menutupi wajah dengan menggunakan helm saat masuk ke ruang ATM agat tidak terekam CCTV. Sayangnya aksi yang dipelajari pelaku dari Youtube ini tetap terbongkar oleh Tim khusus Polres Serang. Dua dari empat pelaku yakni YND dan KMR terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas saat penangkapan.

Baca juga  Temui Ratusan Massa, Walikota Serang Ajak Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

“Satu orang kita laksanakan tindakan tegas karena melawan petugas pada saat mau di tangkap, dan pelaku atas nama KM ini meninggal dunia, dua orang lainyna masih DPO, (Daftar Pencarian Orang),” ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, kata Kapolres, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan di mana pelaku diancam hukuman 7 tahun penjara.

Sementara pelaku YND mengaku menjalankan aksinya membobol ATM dengan berguru dari Youtube selama dua bulan. Resisidivis yang pernah tersangkut kasus penganiayaan di tahun 2008 lalu dan mendekam 6 tahun di penjara ini menikmati hasil kejahatannya dengan berpesta pora dan foya-foya.

“Uangnya buat mabuk-mabukan dan foya-foya,” ujarnya singkat. (Ronald/Red)