Polres Cilegon mengungkap kasus kepemilikan hewan dilindungi tanpa izin saat gelar perkara kepada media di Alun-alun Cilegon, Kamis (23/9/2021). Foto Florida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Warga Komplek Grand Cilegon Residence, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon inisial DSA (60) digulung Polres Cilegon diduga memelihara hewan dilindungi tanpa izin. DSA yang juga merupakan pemilik rumah makan ditangkap karena memelihara 4 hewan langka, yaitu 1 ekor lutung Kelabu, 1 ekor burung poksay jambul dan 2 ekor burung nuri sayap hitam.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Arief Nazaruddin Yusuf mengatakan, pelaku ditangkap pada Minggu (29/8/2021). Penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan warga yang melihat satwa Lutung Kelabu terikat di pohon rumah pelaku.

“Atas laporan masyarakat ini, kami (Satreskrim Polres Cilegon) dibantu dengan instansi lain dari kepolisian kehutanan dan BKSDA melakukan pengecekan atas laporan masyarakat,” kata Kasat kepada saat ekspos perkara di Alun-alun Kota Cilegon, Kamis (23/9/2021).

Arief menambahkan, pihaknya hingga saat ini masih mendalami kasus tersebut dan masih meminta keterangan beberapa saksi terkait dari mana hewan dilindungi tersebut didapatkan.

Baca juga  Hingga Triwulan III 2021, Kinerja Bank Bjb Tumbuh Positif

“Untuk motif sendiri saat ini masih kita dalami darimana asal hewan di dapat. Kami juga sudah memeriksa 5 saksi dari kejadian ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, pelaku DSA ini telah melanggar UU nomor 5 tahun 1990 pasal 40 tentang Konservasi SDM Hayati dan Ekosistem, UU nomor 5 tahun 1990, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 106 tahun 2018 yang mengatur tentang jenis satwa yang masuk dalam perlindungan negara.

“Semua jenis hewan ini merupakan hewan yang dilindungi sehingga kami dari Polda Banten menghimbau kepada siapa pun yang masih memelihara dan menyimpan hewan-hewan dilindungi untuk segera melaporkan satwa langka tersebut ke Polda Banten dan teman-teman polisi kehutanan dan BKSDA,” jelas Shinto.

Shinto menyebut tersangka sudah lama memelihara hewan-hewan tersebut. Dia mengingatkan, aga masyarakat tidak sembarangan memelihara hewan dilindungi. Karena harus mengajukan izin dan mendapatkan rekomendasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Baca juga  Tabrakan di Depan Gedung DPRD Banten Libatkan Mobil Fortuner dan 2 Motor, Satu Orang Tewas

“Kalau mau memelihara kan harus ada izin dan hewan langka yang hampir punah itu dilindungi undang-undang, jadi tidak boleh sembarangan menyimpannya,” bebernya.

Ia menyatakan, satwa Lutung Kelabu yang disita akan diserahkan ke Ciwidey Bandung dan nantinya akan dibebaskan. Sedangkan untuk burung poksay jambul dan burung nuri sayap hitam akan dibawa ke lokasi konservasi hewan di Bogor untuk bisa beradaptasi terlebih dahulu sebelum dibebaskan ke alam.

Atas perbuatannya, pelaku DSA dipersangkakan Pasal 21 ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) dan/atau ayat (4) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDA dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta. (Ully/Red)