Walikota Cilegon, Edi Ariadi memberi pernyataan tentang pembahasan pemanfaatan lahan oleh ASDP kepada awak media di Kantor Pemkot Cilegon, Kamis (14/3/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pertemuan lanjutan antara Pemerintah Kota Cilegon dengan PT ASDP Indonesia Ferry membahas rencana pemanfaatan lahan milik pemkot di Terminal Terpadu Merak untuk Pengembangan Pelabuhan Terpadu Penyeberangan Merak, kembali berujung tanpa hasil.

Diketahui pertemuan lanjutan tersebut dilaksanakan pada Senin (11/3/2019) lalu dalam rangka mempersamakan hasil appraisal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) masing-masing pihak atas rencana pemanfaatan lahan seluas 2-4 hektar yang akan di kerjasamakan. Pertemuan itu juga sebagai tindaklanjut pertemuan Direktur Utama PT ASDP, Ira Puspadewi dengan Walikota Cilegon, Edi Ariadi, Rabu (6/3/2019).

Walikota Edi yang dikonfirmasi soal itu menyatakan, ASDP keberatan dengan hasil appraisal KJPP yang ditunjuk pemkot. Ia juga keberatan dengan hasil appraisal yang dihasilkan KJPP yang ditunjuk ASDP.

“Dia masih keberatan dengan apraisal kita. (Hasil appraisal KJPP yang ditujuk Pemkot) Kita itu Rp 11.000 permeter persegi, dia bikin KJPP itu Rp 5.900. Itu murah karena ada item-item, KJPP (yang ditujuk ASDP) tidak dimasukan,” ujar Edi ditemui di Kantor Walikota Cilrgon, Kamis (14/3/3019).

Ia menyatakan, hasil Appraisal ASDP terpaut jauh dengan hasil appraisal pemkot dan dinilai terlalu murah. Menurutnya hasil appraisal pemkot berada pada batas wajar karena pemkot selalu pihak yang memiliki lahan yang akan disewakan ASDP.

“Buat saya itu terlalu murah. Saya sudah tanya ke KJPP ke KPKNL. Metodenya, terus bahan apa saja jadi appraisal itu. Ternyata ada beberapa misalnya, KJPP pakainya yang paling rendah. Kalau kita, karena kita (pemilik lahan) yang akan menyewakan, pakainya yang tinggi. Kan wajarlah, kita ingin untung. Dia ingin bebas, murah,” paparnya.

Sekalipun pertemuan itu tanpa hasil, kedua pihak akan membahas kembali pada pertemuan selanjutnya. Rencananya, ASDP dan Pemkot akan membahas itu pada Senin (18/3/2019), pekan depan.

“Yang penting saya (pemkot) untung lah, yang penting tidak Rp 3.000 (per meter persegi) lah. Terus kan hadil appraisalnya ada, pemkot ada, ASDP ada. Nanti kita musyawarah lah dari dua itu,” Pungkas Edi. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?