Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sihabudin Syibli diminta tanggapan soal pembentukan pansus wakil walikota cilegon disela kegiatannya di salah satu Rumah Makan di Cilegon, Senin (4/3/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Walikota untuk mendampingi, Walikot Cilegon akan segera terbentuk. Namun, pembentukan pansus ini berlangsung alot. Pasalnya, antar fraksi-fraksi di DPRD Kota Cilegon meminta pembentukan ini dilakukan secara terbuka tetapi ada juga yang meminta dilakukan secara tertutup.

Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sihabudin Syibli mengaku, lebih memilih pelaksanaan pemilihan Wakil Walikota tidak dilakukan terbuka alias tertutup. Hal ini dilakukan, untuk menjaga kondusifitas antar fraksi.

“Kami sih sepakat dilakukan secara tertutup. Karena sistemnya langsung random bebas dan rahasia. Khawatir akan menimbulkan situasi yang tidak kondusif. Bahkan, ada perpecahan diantar fraksi,” kata Sihabudin saat ditemui disela Rapat Konsolidasi dan Pemantapan Partai Pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin di Bintang Laguna, Senin (4/3/2019).

Meski demikian, Sihabudin pun tak mau gegabah dalam hal ini. Sebab, pihaknya masih akan menunggu waktu dibentuknya pansus tersebut.

“Informasinya sih minggu ini terbentuk Pansus Pemiluhan Wakil Walikota. Kita lihat dulu seperti apa Tatibnya (Tata Tertub DPRD,red). Ini dilakukan agar tidak menyalahi atura.
Setelah itu kita bentuk Pangli (Panitia Pemilihan) terkait pelaksanaan untuk pemilihan Wakil Walikota. Pansus ini terdapat sekitar 15 orang,” ujarnya.

Berbeda dengan Sihabudin Sibli, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Cilegon, Erick Rebiin mengaku tak sepakat bila pemilihan wakil walikota dilakukan secara tertutup. Dirinya pun memilih jika pelaksanaan tersebut dilakukan secara terbuka.

“Saya tidak sepakat kalau dilamiak secara tertutup. Justru saya memilih dilakukan secara terbuka. Kenapa harus tertutup? Terbuka aja sekalian. Ini dilakukan agar masuarakat bisa mengenal kita,” ujar Erick.

Menurtnya, dengan kondisi seperti ini jangan menimbulkan kericuhan bahkan gejolak dari seluruh pihak.

“Justru itu harus dilakukan secara terbuka bukan tertutup. Kalau tertutup kan tidak menunjukkan politisi sejati,” ucapnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?