Kepala Inspektorat Kota Cilegon, Epud Saefudin diwawancara. Foto Dokumentasi

CILEGON, SSC – Kepala Inspektorat Cilegon Epud Saepudin mengaku, tingkat kepatuhan OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon dalam pelaporan keuangan sudah cukup baik. Hal ini disampaikan Epud menanggapi audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten di pemkot, beberapa waktu lalu.

”Audit yang dilakukan oleh BPK selama 60 hari. Selama audit ini terus kita dampangi. Untuk hasilnya, tunggu saja hasil dari BPK,” katanya,” Jumat (8/2/2019).

Epud mengklaim jika pelaporan keuangan OPD susah sejalan dengan arahan BPK RI. Bahkan apapun yang diminta, OPD siap untuk melakukan arahan yang disampaikan.

“Tidak ada ya yang nakal-nakal,” ucapnya seraya terkekeh dan enggan dimintai wawancara lebih banyak.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Cilegon, Sari Suryati mengungkapkan, kedatangan BPK ke Pemkot Cilegon ini sebagai upaya memberikan masukan kepada Pemkot terkait pelaporan keuangan. Ia mengaku optimis pemkot dapat kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Mereka (BPK,red) datang ke sini, sebagai upaya memberikan masukan ke kita bagaimana menyusun pelaporan keuangan yang benar. Harapannya Cilegon tetap WTP (wajar tanpa pengecualian) dari BPK,” ujarnya.

Optimesme ini, Menurut Sari, seiring dengan tingkat kepatuhan pelaporan keuangan OPD yang semakin membaik. Kepatuhan, harapnya, diatas 85 persen.

“Apapun arahan yang diminta oleh BPK pastinya akan kita lakukan. Seperti dengan laporan keuangan dan program. Untuk aset, terakhir diberikan,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?