Kendaraan antre saat di Pintu Gerbang Tol Cilegon Timur, Kota Cilegon,belum lama ini. PT Marga Mandala Sakti akan memodifikasi gerbang ini dengan simpang susun jalan baik untuk kendaraan arah Cilegon dan Bojonegara. Ronald/Selatusnda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon mengadakan pertemuan dengan Pengelola Jalan Tol Tangerang – Merak yakni PT Marga Mandala Sakti di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon, Jumat (15/2/2019). Pertemuan ini membahas kemacetan lalu lintas kendaraan yang kian tidak terkontrol tepatnya di persinggungan jalan antara Jalan Raya Tol Cilegon Timur dengan Jalan Bojonegara.

Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Sari Suryati mengatakan, pembahasan antara Pemkot dan MMS tentang kesemrawutan lalu lintas di persimpangan Jalan Raya Tol Cilegon Timur ini turut melibatkan Satuan Kerja Wilayah 1 Banten KemenPU-Pera dan Dinas Perhubungan Banten. Seluruh pihak bertemu untuk mengintegrasikan program bersama mengatasi kemacetan.

“Jadi itu terkait dengan crowded-nya Cilegon Timur. Pada waktu (jalan raya) Cilegon Timur crowded, yang punya aset dan wilayah kan punya MMS. Nah bagaimana mengintegtasikan antara MMS kemudian Satker yang di provinsi dan Dinas Perhubungan di provinsi. Kita ingin dibantu untuk mengurai kemacetan itu,” ungkap Sekda usai rapat.

Dari pertemuan itu, kata Sekda, masing – masing menjelaskan programnya. MMS memaparkan solusi jangka pendek dengan membuat rekayasa lalu lintas ke arah Terminal Seruni. Namun itu, kata dia, masih dikaji pemkot terlebih dahulu untuk menyesuaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Cilegon yang ada.

“Ternyata dari MMS punya program, bahwa dia juga untuk jangka pendek rekayasa lalu lintas manuver di Seruni. Tetapi kita akan kaji mengurai kemacetan ditengah tetapi malah yang di seruni yang akan macet,” urainya.

Lain jangka pendek, lain juga solusi jangka panjang. MMS, sambung Sekda, punya rencana membangun fasilitas frontage untuk pejalan kaki. MMS juga kata Sari berencana akan membangun Simpang Susun untuk kendaraan yang khusus ke jalur Kawasan Industri di Bojonegara. Namun dari program itu, pemkot masih perlu mengkajinya secara komprehensif sehubungan dengan pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) yang menjadi mega proyek Pemkot Cilegon.

“Rencana jangka panjang dia akan membuat frontage. Isitilahnya mereka, ada jalan untuk pejalan kaki tersendiri. Tetapi kita menyampaikan, mengkaji, menyesuaikan RTRW kita juga. Sehingga nanti semuanya bisa terintegrasi antara MMS, RTRW kita juga dan satker provinsi,” ujarnya.

“(Interchange) Oh itu wilayah Serang. Dia (MMS) menyampaikan juga kepada kita. Jangka panjangnya, ada yang masuk saat wilamar dibangun. Kebayang kalau itu tidak dibuat, kebayang bagaimana kemacetan terjadi,” terangnya.

Pada prinsipnya, kata Sari, seluruh pihak mencari solusi mengatasi kemacetan baik jangka pendek dan jangka panjang. Pemkot sudah musti mempersiapkan program sejak saat ini untuk mengatasi hal tersebut secara jangka panjang. Utamanya, sentra kemacetan yang akan timbul akibat keberadaan pembangunan seperti Pabrik Lotte, Kawasan Industri Wilamar dan tingginya arus kendaraan logistik dari Jalan Lingkar Selatan (JLS) sudah harus diperhitungkan.

“Pada akhirnya kita bukan untuk mengurai kemacetan. Tetapi berpikir bagaimana ruas-ruas kedepan yang tidak terbayangkan. Begitu pada tahun 2021, 2022, lotte terbangun, wilmar terbangun, posisi pertemuan, mungkin cilrgon barat ngga terlalu begini (macet) ya. Ini posisi cilegon timur. Mulai dari JLS, Wilmar juga. Sehingga bagaimana melebarkan jalan bojonegara,” paparnya.

Sementara, Wakil Direktur Tehnik dan Operasi PT MMS, Rachmat Saulisa mengakui belum mampu mengatasi kemacetan yang terjadi di simpang tiga Jalan Bojonegara – Cilegon Timur karena masih banyak ditemukan bus melakukan turun naik penumpang. Pihaknya bermohon Pemkot dan Pemprov untuk membantu mengatasi secara bersama. Secara jangka pendek, MMS akan memasang rambu larangan turun naik penumpang di simpang tersebut untuk memecah kemacetan.

“Memang di persimpangan cilegon timur. Kita benahi disitu, akan agak kita lebarkan. Dan kita minta bantuan pemkot dan dishub (melakukan penertiban). Karena disitu sudah banyak ojek yang mangkal dan naik turun penumpang bus disitu,” urainya.

“Rambu-rambu belum lengkap nih, nanti kita lengkapi disana, dilarang berhenti. Sehingga pertigaan itu jangan seperti jadi terminal bayangan. Terminal ya terminal, jangan disitu. Memang disitu bersinggungan. Memang itu sentra kemacetan, karena naik turu penumpang. Kalau itu kita bisa beresin disitu, mudah-mudahan akan jauh berkurang,” paparnya.

Untuk mensolusikan kemacetan jangka panjang, MMS akan memodifikasi Pintu Keluar Gerbang Tol Cilegon Timur yang diprediksi akan dibangun pada tahun 2021 atau 2022. Jalan pada gerbang tol itu akan dibangun simpang susun untuk kendaraan yang mengarah ke Cilegon Timur dan Bojonegara.

“Memang ada rencana jangka panjang juga, untuk memecah. Jadi ada jalan keluaran (kendaraan pengguna tol) yang menuju Cilegon Timur dan Bojonegara. Itu yang sedang kita rencanakan. Nanti ketika keluar jalan tol, itu kan untuk di cilegon, di interchange ini dia (pengguna tol) juga bisa langsung ke Bojonegara,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?