Batalyon Infanteri 320/Badak Putih dalam rangka HUT Ke-62 melaksanakan khitanan massal dan pengobatan gratis di Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (9/5/2022). Foto Istimewa

PANDEGLANG, SSC – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke 62, Batalyon Infanteri 320/Badak Putih melaksanakan khitanan massal dan pengobatan gratis bagi masyarakat di Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (9/5/2022).

Komandan Batalyon Infanteri 320/BP, Letkol Inf Andika Suseno mengatakan, acara bakti sosial khitanan massal dan pengobatan gratis ini dalam rangka menyambut HUT Yonif 320/BP ke 62 tahun dengan motto “Yonif 320/BP Berani Pantang Menyerah”.

“Kegiatan khitanan massal dan pengobatan gratis tersebut, diperuntukan bagi warga masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka menyambut HUT Yonif 320/Badak Putih yang ke 62 tahun. Dan ini sebagai wujud kepedulian dari kami, sekaligus meringankan beban warga,” katanya.

Baca juga  Pemkab Pandeglang Raih Opini WTP Enam Kali Berturut-turut dari BPK

Andika berharap, dengan terselenggaranya acara khitanan gratis dan pengobatan massal ini, masyarakat makin terbantu karena tidak mengeluarkan biaya.

“Antusiasme masyarakat Desa Tapos pun cukup tinggi menyambut kegiatan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta pengobatan gratis hingga ratusan orang, serta 6 orang anak-anak yang mengikuti khitanan massal,” jelasnya.

“Kegiatan ini dimaksudkan, supaya yonif 320/BP tetap menjadi bagian dari rakyat, dan selalu bersama rakyat, serta hadir bersama rakyat yg sedang membutuhkan, dan juga menjadi contoh ketauladanan dalam hal kebaikan,” tambah Andika.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Saju Maryana.

Menurutnya, kegiatan khitanan massal dan pengobatan gratis ini merupakan kegiatan yang sangat positif dari Batalyon Infanteri 320/BP, dalam meningkatkan kesehatan warga Desa Tapos.

Baca juga  Pembangunan Gedung Perpustakaan Cilegon Terkendala Lokasi Lahan

“Mereka (masyarakat-red) rela mengantri dari pagi hingga sore, agar anak-anak bisa dikhitan dan bisa mendapatkan pengobatan dengan gratis,” singkatnya. (Rizal/Red)