Suasana bongkar muat Kapal Penyeberangan di Preabuhan Merak, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON SSC – Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Dotpolairud) Polda Banten memeriksa dua orang saksi terkait kejadian kecelakaan kerja yang menimpa Mualim 4 KMP Trimas Kanaya di Perairan Merak, Kota Cilegon, Kemarin.

Kanit Tindak Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten, AKP Tohirudin mengatakan, pihaknya telah memeriksa Rusli selaku Nakoda dan Irwan sebagai Kelasi terkait kasus yang menewaskan Mualim Jupriadi (35).

“Ada dua orang yang sudah kita panggil untuk minta keterangan awal soal kecelakaan kerja di KMP Trimas kemarin. Saksi ini Nakoda dan Kelasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (27/3/2019).

Dari keterangan awal para saksi saat kejadian, kata Tohirudin, korban berinisiatif memeriksa alat keselamatan diatas kapal. Korban berkewenangan untuk melakukan tugas tersebut sebagai pejabat Mualim 4.

“Tugasnya korban ini mengecek seluruh alat keselamatan yang ada diatas kapal. Jadi kapal ini di perairan merak ini lepas dari docking. Korban mengecek alat-alat keselamatan sebelum kapal masuk, mendapat jadwal operasi di penyeberangan,” paparnya.

Soal dugaan sementara penyebab, Tohir belum dapat memastikannya. Namun dari keterangan para saksi, korban tewas karena terkena engkol ketika sekoci dicek dan diturunkan. Namun kata Tohir, keterangan saksi – saksi lainnya masih diminta lebih lanjut dan masih dalam penyelidikan intens oleh penyidik.

“Jadi dari keterangan saksi, saat itu dia sedang mengecek sekoci. Posisi saat itu, sekoci diperiksa dan mau diturunkan oleh korban. Nah ada kemungkinan, sistem mesin elektrik sekoci mngalami kerusakan, dia berinsiatif untuk mengengkolnya dengan cara manual. Engkol saat itu sulit diputar, sekoci tiba-tiba langsung turun. (engkol) itu terlepas dari pegagan korban kemudian langsung membentur kaki korban. Korban kemudian terjatuh dan kepala membentuk plat lantai kapal,” terangnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?