Foto ilustrasi tenaga honorer (sumber : merdeka.com)

CILEGON, SSC – Rencana penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diagendakan akan dibuka pada Februari ini menuai penolakan dari Pegawai Honorer yang ada di Kota Cilegon.

Ketua Honorer K2 Kota Cilegon, Samsudin mengatakan, pada dasarnya seluruh pegawai honorer di Cilegon menolak adanya kebijakan tersebut. Menurutnya, rencana perekrutan itu hanya memberi kesempatan bagi tenaga tertentu saja.

“Dari awal memang kita sudah menolak, alangkah sayangnya kebijakan itu. Misalnya bagi kita-kita di struktural, tidak masuk, tidak ada. Yang ada di kuota itu cuman guru, kesehatan dan pertanian tetapi yang tenaga di struktural tidak ada,” ujarnya di konfirmasi, Selasa (12/2/2019).

Selain klasifikasi tenaga, kebijakan itu ditolak karena tes perekrutan dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Menurutnya, tes itu seperti perektutan CPNS sementara tidak seluruh honorer dapat menjalankannya karena faktor kemampuan.

“Yang honorer itu tidak usah tes. Ini kan seperti perekrutan CPNS pakai CAT,” paparnya.

Baca : Pemkot Cilegon Keberatan Penerimaan PPPK, Minta DAU Ditambah

Polemik perekrutan PPPK tersebut, kata Samsudin, sempat dibahas bersama seluruh honorer di indonesia di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, beberapa pekan lalu. Diputuskan dalam pertemuan tersebut, penerimaan PPPK tidak ditolak asalkan honorer langsung dapat diangkat sebagai ASN dan tanpa melalui tes.

Kita membuat draft untuk pengajuan kepada Presiden, MenPAN-RB dan BKN. Poin besarnya, kita menerima kebijakan tetapi tidak tes. Adapun teman-teman ada yang mengikuti atau menolak, itu silakan saja. Itu hak dan kembali kepada teman-teman. Jadi, kita masih tetap ingin dijadikan ASN. Intinya pengajuan itu, kita tidak menolak. Maksudnya, diangkat saja tanpa tes. Kalau tes disamakan dengan umum, kita kalah lagi. Karena yang (perekrutan CPNS sebelumnya) muda-muda masih jreng. Sementara banyak (honorer) yang (usia rata-rata) kepala 40-an,” tegasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?