Warga Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon menunjukan puluhan ikan yang berada di empang mati mendadak diduga oleh limbah pabrik di Cilegon,” Senin (9/8/2021). Foto : istimewa

CILEGON, SSC – Ratusan ikan yang diternak oleh warga di Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon mati secara misterius. Ikan-ikan itu diduga mati tercemar oleh limbah pabrik PT Dover Chemical.

Ketua RT 01 Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Afa Asuhan mengatakan, kejadian kematian ikan-ikan ini bukan hanya terjadi 1 kali saja. Kejadian itu awalnya terjadi pada 2019 lalu. Kemudian pada Juli 2021 ini kembali terjadi. Ikan yang ada pada empang warga kembali terjadi lagi pada Jumat (6/8/2021), lalu.

Ia menduga, kematian ratusan ikan itu akibat adanya rembesan air dari tembok proyek plan B milik PT Dover Chemical yang bersebelahan dengan tembok milik warga. Saat ini, kejadian tersebut telah ditindaklanjuti pihak terkait.

Baca juga  Jelang Pemilu 2024, Partai-partai baru Sowan ke KPU Cilegon

“Kejadian ini terjadi pada Jumat (6/8/2021) kemarin sore. Dan baru bisa ditindaklanjuti dan diidentifikasi pada hari ini oleh pihak Polsek Merak dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon mengecek ke lokasi,” kata Afa saat dihubungi melalui telepone selurernya,” Senin (9/8/2021).

Afa menjelaskan, lokasi empang milik warga tepat bersebelahan dengan plant B milik PT Dover yang mana lokasinya digunakan untuk pencucian mobil truk dan tempat parkir mobil milik perusahaan.

“Jadi, setiap mobil truk itu di cuci dan berbarengan juga hujan selalu merembes ke empang milik warga. Warga pun mengkhawatirkan, jika kondisi ini tidak juga mendapat tindak lanjut dari pemerintah maupun PT Dover justru akan menimbulkan keresahan dan kekhawatiran warga untuk melangsungkan kehidupan mereka” tuturnya.

Baca juga  Demo Hari Tani, Mahasiswa Cilegon Soroti Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri

Ia berharap, kondisi tersebut dapat direspon pihak Dover maupun pemerintah. Karena warga juga mengkhawatirkan air tanah yang dikonsumsi tercemar.

Menanggapi hal ini, Humas PT Dover Chemical, Rahmatullah mengatakan, pihaknya langsung merespon saat adanya laporan tersebut.

“Kita langsung merespon masyarakat menyampaikan informasi. Kita juga ke TKP, kita sampaikan ke pemilik, Polsek juga dan DLH,” terangnya.

Saat ini, kata Rahmat, persoalan tersebut tengah ditangani bersama baik perusahaan maupun pihak terkait. Dugaan terkait kematian ikan masih ditelusuri. Termasuk air yang diduga tercemar masih di uji laboratorium.

“Ini sedang berjalan untuk uji laboratoriumnya. Kita menyerahkan pada hasil lab-nya. Yang jelas nanti pasti ada upaya prefentifnya,” terangnya. (Ully/Ronald/Red)