Petugas Gabungan merazia tempat hiburan malam di Kota Cilegon, Sabtu (15/2/2020) malam. Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Petugas gabungan yang terdiri Satpol PP, TNI dan Polri merazia puluhan tempat hiburan malam (THM) yang diduga menjual berbagai minuman keras (miras) ilegal. Dari hasil razia THM, petugas berhasil menyita sebanyak 200 botol miras berbagai merek miras.

Hal tersebut dibenaran Kasatpol PP Kota Cilegon, Juhadi M Syukur, dikonfirmasi,” Minggu (16/2/2020). Ia mengatakan, razia gabungan yang digelar ini, menyisir 27 tempat hiburan mulai dari Jalan Protokol Cilegon hingga Jalan Aat Rusli. Razia dimulai pada pukul 23.00 WIB. Tempat hiburan yang dirazia ini diduga telah menyalahi aturan dengan menjual miras dengan kadar alkohol yang tinggi. Para pemilik dan pengelola THM menyalahi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 5 Tahun 2001 tentang miras dan Perda nomor 2 tahun 2003 tentang hiburan dan jam tayang.

“Jika dilihat dari tahun-ke tahun THM yang terjaring razia itu-itu saja. Tidak ada perubahan. Sebenarnya, razia ini tidak hanya tugas kami aja. Tapi adanya koordinasi dan dinas terkait untuk bersama merazia THM ini. Karena, keberadaan THM semakin merajalela. Oleh karena itu, kerjasama dari semua pihak pun harus bisa berkontribusi dalam razia tersebut,” ujarnya.

Jika pengelola tempat hiburan tetap membandel, lanjutnya, pihaknya akan melaporkan kondisi ini ke Walikota Cilegon, Edi Ariadi dan Sekda Cilegon, Sari Suryati untuk mengambil sikap tegas dengan menyegel bahkan menutup aktivitas tempat hiburan.

“Kami mendorong pemilik dan pengelola kafe dan restoran yang dirazia untuk mematuhi aturan yang berlaku. Karena dalam aturan tidak boleh menjual miras dengan kadar alkhol lebih dari 1 persen,” lanjutnya.

Semua barang bukti miras ilegal yang disita diamankan ke kantor Satpol PP Kota Cilegon, diantaranya, KING, LM dan Dinasti. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here