Buruh memblokir Jalan Asia Raya saat aksi unjuk rasa di gedung Teknologi PT Krakatau Steel, Cilegon, Senin (11/3/2019). Mereka menutut upah disesuaikan dan menolak tender ulang jasa pengamanan. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ratusan  buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Teknologi PT Krakatau Steel (KS), Jalan Industri Asia Raya Cilegon, Senin (11/3/2019). Buruh dari perusahaan alih daya (outsourching) ini menuntut agar KS menaikan upah sesuai Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Cilegon 2018. Selain itu buruh juga menolak tender ulang Jasa Keamanan karena akan mengancam nasib mereka.

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, para buruh mulai melakukan aksi pada pukul 08.00 WIB pagi. Beberapa perwakilan serikat terlihat menyampaikan orasinya. Dalam aksi ini, buruh memblokir Jalan Asia Raya yang berada di dalam kawasan industri PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) itu. Buruh juga membakar ban bekas sehingga berakibat akses jalan sulit dilalui.

“PT Krakatau Steel itu sampai saat belum  memberlakukan UMSK sesuai dengan SK Gubernur yakni 9,5 persen ternyata PT Krakatau Steel stag di 4 persen, ” kata salah satu buruh, Dodi Muchlis, kepada wartawan, Senin ( 11/3/2019).

Selain soal UMSK, buruh juga menuntut penolakan tender ulang dua vendor di bidang jasa keamanan yakni PT Swadec dan PT Cilegon Citra Perkasa (CCP). Tender ulang yang dijalankan Divisi Logistik KS ini dinilai sangat merugikan para buruh. Nasib dan kesejahteraan buruh, kata dia, terancam akan lebih buruk.

“Jadi tender ulang pastinya akan merugikan kita. Awalnya itu tidak ada, tapi setelah ada oknum (KS) kepemimpinan kita, terbitlah ada pengajuan. Disitulah terbitlah ada yang namanya tender ulang dengan penilaiannya,” tandasnya.

“Yang pasti kita terancam pastinya. Pendapatan kita berkurang bahkan bisa di bawah UMK,” paparnya.

Tuntutan buruh masih terus disampaikan hingga mendapat tanggapan dari KS. Mereka akan melakukan aksi lanjutan ke Kantor Walikota Cilegon untuk meminta perlindungan. Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak KS terkait tuntutan buruh ini.(Ully/Red)

.

Komnetar anda tentang berita diatas?