Anggota Samapta Polres Cilegon menyita ratusan miras hasil razia PPKM Darurat di sejumlah toko jamu di Kota Cilegon,” Sabtu (24/7/2021) dini hari. Foto : Dokumentasi Polres Cilegon

CILEGON, SSC – Tim Jaga Warga (Jawara) Polres Cilegon mendapati sejumlah warung jamu di Kota Cilegon menjual botol minuman keras (miras). Hal ini terungkap saat razia penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu (24/7/2021) pukul 02.00 WIB.

Kasat Samapta Polres Cilegon Iptu Chairul Anam mengatakan, penyitaan ratusan botol miras terungkap setelah pihaknya merazia warung jamu di beberapa titik di Kota Cilegon.

Dari hasil razia tersebut terdapat tiga toko jamu milik LN (30) dan MM (48) di Jombang Kali dan UR (50) di Jombang Mesjid menjual miras yang di tempatkan secara sembunyi di dalam gudang.

“Ketiga pemilik toko jamu ini kami berhasil mengangkut ratusan miras dari berbagai jenis. Yaitu, kecut, bir hitam dan vodca, anggur merah, kolesom besar, singaraja, gingseng, guines besar, anggur merah gold, anggur putih, bir bintang besar, kolesom, guines kecil, intisari, kawa-kawa dan Fors,”
kata Anam dikonfirmasi, Minggu (25/7/2021).

Ketiga pelaku penjual miras itu kata dia melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2003 tentang K3, Perda nomor 5 tahun 2001 tentang peredaran miras secara ilegal. Penjual dalam aturan tersebut disanksi tindak pidana ringan (tipiring).

“Keterangan dari pemilik toko jamu, miras-miras yang mereka miliki itu dibeli dari beberapa lokasi. Diantaranya dari Kota Serang dan Tangerang. Yang jelas, kasus ini kami selidiki apakah ada bandar besar dari mananya,” tambahnya.

Ia menyatakan, operasi gabungan PPKM Darurat rutin dilakukan di Kota Cilegon. Selain mendukung kebijakan pemerintah, operasi ini juga diharapkan dapat menekan angka penyebaran virus corona di Kota Cilegon.

“Kami menghimbau kepada masyarakat jika menemukan tindak pidana atau kejahatan segera hubungi Call Center 110 agar bisa ditindak lanjuti dan laporkan ke Polsek terdekat,” pungkas Anam. (Ully/Red)