Tersangka AS dikawal Polisi saat Rekonstruksi di kediamannya di Lingkungan Ciore, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (8/4/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kasus pembunuhan ibu dan balita berusia 40 hari yang terjadi pad Senin (4/3/2019) lalu di Ciore Waseh, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon direka ulang Satreskrim Polres Cilegon. AS yang ditetapkan tersangka memerankan 24 adegan dalam rekonstruksi tersebut. AS tampak tenang saat melakukan rekonstruksi mulai ditolak berhubungan intim oleh sang istri hingga terjadinya pembunuhan  terhadap anak balitanya. Tanpa ragu-ragu dan paksaan dari pihak manapun, AS memperagakan perannya pada pembunuhan tersebut.

Pantauan Selatsunda.com, pelaku dihadirkan di rumah korban pada pukul 11.30 WIB. Rekontruksi berakhir pada pukul 13.00 WIB. Sempat terjadi kekisruhan dari keluarga korban kepada tersangka, namun dapat dikendalikan petugas berwajib di lokasi.

KBO Satreskrim Polres Cilegon, Iptu Haogolala Bate’e mengatakan, reka ulang yang digelar kali ini menghadirkan penasehat hukum, jaksa peneliti dan kuasa hukum keluarga korban dan tersangka.

“Kasus ini mendapat perhatian khusus dari semua kalangan. Tersangka AS, menjalani reka ulang dari penyidikan berjalan sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh penyidik,” ujarnya, Senin (8/4/2019).

Usai reka ulang, Polres Cilegon akan segera melimpahkan berkas ke Kejaksaan Negeri Cilegon untuk selanjutnya melengkapi berkas tersangka.

“Selanjutnya, kita (Polres Cilegon,red) menunggu petunjuk dari pihak jaksa apakah ada berkas-berkas yang musti ditambah. Setelah dinyatakan berkas lengkap barulah ada proses selanjutnya untuk pelaku ini,” ucapnya.

Sementara, Kuasa hukum korban, Asep Sutirna berharap, hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya oleh pihak institusi Polri atas kasus tersebut.

“Saya percaya dalam melaksanakan tugasnya, Polri sudah sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Saya mewakili pihak keluarga, berharap, ancaman hukuman untuk pelaku seberat-beratnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Terduga AS membunuh AP dan AR ysng merupakan istri dan anak balitanya. Pembunuhan ini diduga dipicu oleh emosi karena pelaku ditolak berhungan intim. AR langsung diamankan dan ditetapkan tersangka oleh Satreskrim. Atas perbuatannya, AR disangkakan Pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara maksimal 20 tahun. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?