Kadishub Cilegon, Andi Affandi memberi presentasi pada Rapat Forum Perangkat Daerah Dinas Perhubungan (Dishub) tahun anggaran 2019 yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa (12/3/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon mengakui masih belum sepenuhnya dapat memenuhi penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk masyarakat. Bahkan PJU yang selama ini ada masih menumpang di tiang-tiang milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon Andi Afandi mengatakan, sekitar 4.500 unit PJU di Cilegon masih menumpang PLN. Hal ini disebabkan pengadaan belum dapat sepenuhnya terpenuhi karena faktor keterbatasan anggaran.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, sekarang kondisi kita (Disbub,red) Cilegon dalam pemasangan PJU kita masih menumpang ke PLN. Kenapa demikian? Karena anggaran kita untuk pengadaan ini memang belum ada hingga saat ini,” kata Andi dalam presentasi pada Rapat Forum Perangkat Daerah Dinas Perhubungan (Dishub) tahun anggaran 2019 yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Selasa (12/3/2019).

Ia menerangkan, untuk memenuhi jumlah tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Pengadaan 1 set PJU membutuhkan anggaran Rp 14-15 juta. Oleh karenanya, Pemkot saat ini lebih memprioritaskan pemasangan PJU di titik lokasi tertentu yang strategis salah satunya di Jalan Lingkar Selatan (JLS).

“Karena anggaranya terlalu besar, kita baru prioritaskan di JLS untuk pengadaan PJU ini. Harapan kami kedepan, jika anggaran memadai, jalan-jalan kota pun harus didorong untuk pengadaan PJU tersebut,” sambung Andi.

Menurut Mantan Kepala Dinas Pertanian ini mengungkapkan, rencana pengadaan PJU se-Kota Cilegon tahun 2019 sebanyak 200 unit pada masing-masing kecamatan sebanyak 25-30 titik. Rencana ini tertunda karena minimnya anggaran. Diharapkan, rencana ini dapat dilaksanakan pada APBD 2020.

“Kalau berbicara tentang kebutuhan memamg kita butuh. Tapi, tidak diikuti dengan anggaran yang ada saat ini. Kalau 2019 ini kayanya gak bisa terpenuhi kebutuhan pengadaan PJU itu. Paling tidak di 2020 lah bisa terpenuhi semuanya,” tungkasnya.

Sementara itu, salah satu fasilitator Kecamatan Jombang, Abdul Rahman meminta agar Dishub Cilegon segera menyediakan PJU di wilayah Kecamatan Jombang. Keterbutuhannya sangatlah mendesak untuk penerangan masyarakat sebab wilayah Jombang merupakan jantung dan setral Kota Cilegon.

“Jombang kan berada di titik kota, masa di titik kota masih ada yang tidak ada penerangan khususnya di wilayah Pegatungan yang masih gelap gulita. Ini yang harus diselesaikan oleh Dishub untuk persoalan ini,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?