ASN saat di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon (Foto dok)

CILEGON, SSC – Rotasi dan mutasi mulai di godok Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Cilegon. Kabar inipun membuat sejumlah pejabat di Lingkungan pemkot ketar-ketir.

Salah satu pejabat eselon III mengaku khawatir akan dirotasi pasca Plt Walikota, Edi Ariadi didefinitifkan menjadi Walikota. Kabar tentang Baperjakat yang mulai bekerja menggodok formasi sudah sampai ke telinga para ASN.

“Kan sebentar lagi beliau definitif, jadi kewenangannya sudah penuh. Sekarang yang khawatir ini malah kita-kita. Nasib kita mau dibawa kemana,” ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya, Selasa (12/2/2019).

Ia berharap, kebijakan rotasi dan mutasi dapat dilakukan secara obyektif. Sunter beredar di kalangan ASN, mutasi saat ini cenderung akan ditetapkan subyetif.

“Yang penting obyektif saja, ikut apa yang diputuskan pimpinan,” harapnya.

Sementara, Plt Walikota, Edi Ariadi tidak menampik jika Baperjakat sudah mulai memetakan keterbutuhan ASN untuk rotasi dan mutasi. Hal yang paling mendasar pada kebijakan tersebut, kata Edi, menyangkut adanya kebijakan penghapusan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) sebagai implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2017.

“Itu sih baru mapping saja. Misalnya UPTD yang dihapus itu, ternyata sekian. Terus yang plt-plt itu berapa. Kemudian kebagian nggak kalau UPTD di hapus,” ujar Edi ditemui di kantornya.

Penyesuaian terhadap Permendagri tersebut, kata Edi, nantinya akan menentukan jumlah pegawai yang akan di mutasi dan rotasi. Selain itu, kebijakan yang akan diambil ini juga mempertimbangkan banyaknya ASN yang akan pensiun. Hal ini, paparnya, membuka kesempatan bagi yang ingin mengembangkan karir.

“Ternyata di UPTD itu juga banyak yang pensiun, jadi cuman sekian lah. Artinya, kesempatan bagi yang pengembangan karir yang Plt, eselon III dan eselon IV, ngga akan terlalu drastis. Seperti misalnya UPTD Pendidikan, akan dihapus tuh, akan ngga kebagian. Nggak seperti itu,” tandasnya.

Soal kabar rotasi dan mutasi tidak obyektif, Edi mematahkan anggapan tersebut. Kebijakan penempatan posisi akan diputuskan olehnya sebagai pimpinan tertinggi di pemerintahan.

“Kata siapa? Keputusan ada di saya lah. Don’t worry and jangan khawatir saya akan bersikap seperti apa,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?