CILEGON, SSC – Pelaksanaan mutasi dan rotasi pejabat di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon molor dari rencana yang ditetapkan.

Molornya pelaksanaan itu dikarenakan Ketua Baperjakat yakni Sekda Cilegon Sari Suryati cuti untuk melakukan ibadah haji di Tanah Suci.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi membenarkan molornya pelaksanaan rotasi dan mutasi ini. Untuk melakukan rotasi dan mutasi ini harus mendapat izin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

“Kita (Pemkot) sih sudah mengajukan izin ke Kemendagri untuk pelaksanaan rotasi dan mutasi bisa dilakukan. Karena hingga saat ini, skema rotasi dan mutasi belum diajukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat),” Kata Edi kepada wartawan,” Senin (30/7/218).

Meski pelaksanaan rotasi dan mutasi tidak bisa dilakukan saat ini, lanjut Edi, Ia membantah akan berimbas terhadap kinerja pegawai di Lingkup Pemkot Cilegon.

“Enggak akan berimbas terhadap peningkatan kinerja. Untuk masalah ini, kita (Pemkot) masih sangat hati-hati,” lanjut Edi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaia Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon Mahmudin mengaku pihaknya telah mendata kekosongan jabatan eselon III dan IV.

“Dari data yang kami miliki, eselon III ada sekitar 10 jabatan yang masih dijabat Plt. Sementara, eselon IV ada sekitar 12 jabatan yang di Plt-kan,”’ujarnya.

Diakuinya, BKPP sudah memberikan permohonan pelaksanaan rotasi dan mutasi pegawai ke Kemendagri RI. Namun rekomendasi belum dikeluarkan karena belum terdapat susunan dari Baperjakat.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Plt Walikota Cilegon,  Kami sudah mengajukan izin rotasi dan mutasi ke Kemendagri RI. Namun, hingga saat ini surat izin yang kita ajukan belum keluar dari pihak Kemendagri RI. Ini karena belum adanya skema yang disusun oleh Baperjakat Pemkot Cilegon terlebihi dahulu, baru meminta izin ke Kemendagri RI, ” pungkasnya (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here