Penumpang BSP 1 dievakuasi di Dermaga 3, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon pasca terjadi kebakaran, Kamis (7/2/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kebakaran yang terjadi di KMP BSP 1 di Perairan Merak menyisakan trauma bagi para penumpang. Kejadian kebakaran yang terjadi pada kapal buatan tahun 1972 ini membuat seluruh penumpang panik tak terkecuali Rusli (56), penumpang asal Talang Padang, Kabupaten Lampung Utara yang hendak ke Cikande, Kabupaten Serang.

Ia mengaku pasrah ketika mengetahui kapal yang ditumpanginya dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak, terbakar. Kejadian itupun sempat mengingatkannya dengan rentetan musibah kecelakaan kapal yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Cukup lama lah (menunggu diatas kapal), ada sekitar 3 jam ngapung. Semuanya sudah panik. Saya sudah mikir apakah hidup atau mati. Kan zaman sekarang ini banyak musibah,” ujarnya usai turun dari kapal pasca evakuasi di Dermaga 3, Pelabuhan Merak, Cilegon, Kamis (7/2/2019).

Tidak hanya dirinya, penumpang lain juga mengalami kondisi yang sama. Bahkan dua diantaranya diketahui pingsan saat api dan asap keluar dari area bawah kapal.

“Semua banyak yang panik, banyak juga yang pingsan segala. Setahu saya ada dua yang pingsan. Kalau apinya itu lama benar dipadamin. Ada asap juga, itu asalnya dari bawah,” terangnya.

Ia pun kemudian dapat menghela napas panjang ketika pihak kapal menyatakan bahwa kapal sudah dalam kondisi aman. Api dinyatakan telah dapat dipadamkan. Pelampung yang telah ia gunakan kemudian dilepas setelah mengetahui kapal akan ditarik kapal pandu tugboat ke Pelabuhan Merak.

“Saya sendirian. Cuman saya sudah persiapan pakai jaket pelampung. Ngga berapa lama, itu ada instruksi daplri pihak kapal untuk melepas jaket. Karena ada kapal yang menolong,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?