Pos Kota Cilegon mengadakan kegiatan Evaluasi Penyaluran Bantuan Sembako dan PKH Tahun 2023 dan Triwulan (TW) 1 2024 di salah satu rumah makan di Kota Cilegon, Senin (26/2/2024). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – PT Pos Indonesia Cabang Kota Cilegon menyebutkan, penyaluran bantuan sembako dan bantuan program keluarga harapan (PKH) selama Tahun 2023 mencapai 95 persen.

Executive Manager PT Pos Indonesia Cabang Kota Cilegon, Suyoso mengatakan, dari data realisasi sembako dan PKH Tahun 2023 untuk alokasi bantuan sembako dan PKH sebanyak  3.528 penerima, 3.340 penerima diantaranya telah terbayarkan dan sisanya yang belum terbayar sebanyak 188 penerima.

“Pencapaiannya hampir 95 persen lah. Karena dari Triwulan 1 rata-rata kan 900 lebih penerima,” ungkap Suyoso kepada awak media usai kegiatan Evaluasi Penyaluran Bantuan Sembako dan PKH Tahun 2023 dan Triwulan (TW) 1 2024 di salah satu rumah makan di Kota Cilegon, Senin (26/2/2024).

Sementara untuk alokasi bantuan sembako dan PKH triwulan I/2024, total alokasi bantuan Sembako dan PKH sebanyak 995 penerima, telah terbayar sebanyak 793 penerima dan sisanya sebanyak 162 penerima.

Suyoso tidak menampik masih terdapat bantuan yang belum tersalurkan pada 2023. Hal itu terjadi karena beberapa faktor diantaranya terdapat penerima yang meninggal dunia, pindah alamat dan faktor lainnya.

Baca juga  HUT Kota Cilegon ke-25 Bakal Meriah, Akan ada Band Ibu Kota Jamrud di Hari Puncak

“Pertama ada beberapa penyebab tidak tersalurkan. Yang pertama meninggal dunia, KK tunggal. Kedua, pindah atau mungkin data tidak ditemukan,” paparnya.

Sementara mengenai alokasi bantuan sembako dan PKH triwulan I/2024 belum tersalurkan seluruhnya. Hal itu karena adanya kebijakan dari Kementerian Sosial yang menghentikan sementara penyaluran baik bantuan sembako murni maupun bantuan sembako dan PKH.

Dari data Pos Kota Cilegon, total alokasi bantuan sembako dan PKH sebanyak 995 penerima, 793 penerima diantaranya telah terbayarkan dan sisanya yang belum terbayar sebanyak 162 penerima.

“Penghentian itu dari Kemensos. Yang diberhentikan ini sembako dan PKH dan sembako murni. Karena ada seharusnya dia nerima 3 bulan, jadi baru menerima 1 bulan. Makanya baru akan diperbaharui datanya. Jadi seharusnya kan dapat Rp 600 ribu, Januari, Februari, Maret. Tapi itu hanya dapat Januari saja, makanya dihentikan untuk memperoleh datanya,” ucapnya.

Baca juga  Pilkada 2024, KPU Kota Cilegon Mulai Rekrut PPK dan PPS

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Intini mengatakan, selama ini penyaluran bantuan sembako dan PKH berjalan lancar. Hal itu berkat kerja sama yang dijalin PT Pos Indonesia Cabang Cilegon dengan Dinsos Cilegon. Diakuinya memang terdapat bantuan yang belum tersalurkan. Hal itu karena terdapat penerima yang meninggal ataupun pindah tempat tinggal.

“Alhamdulilah tadi dilihat, ada beberapa (bantuan belum tersalurkan), itu wajar lah. Karena pasti ada yang meninggal dan ada yang pindah. Itu yang menjadikan tidak tersalur,” ucapnya.

Ia menyatakan, selama ini pihaknya terus melakukan pembaharuan data penerima melalui pendamping. Jika terdapat penerima yang meninggal dunia atau berpindah tempat tinggal, pihaknya mengusulkan hal tersebut kepada Kemensos.

“Misalnya ada masyarakat yang meninggal, kita usulkan, kemudian kalau ada yang pindah, kita usulkan. Namun usulan ini diverifikasi dari Kemensos, Pusdatin-nya,” pungkasnya. (Ronald/Red)